5-Agsts-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XVIII (H)

Pemberkatan Basilika  Santa Perawan Maria;
Santa Nonna

Bacaan I: Bil. 13:1-2a.25–14:1.26-29.34-35

Mazmur: 106:6-7a.13-14.21-22.23; R:4a

Bacaan Injil: Mat. 15:21-28

Pada  suatu hari, Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datang­lah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: ”Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: ”Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: ”Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ”Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: ”Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: ”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: ”Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Renungan

Tuhan membimbing umat Israel selama pengembaraan mereka di padang gurun. Tetapi, mereka bangsa yang tegar tengkuk, menggerutu, bersungut-sungut, dan tidak percaya akan kebaikan Tuhan. Tuhan yang sabar, habis juga kesabarannya. Akhirnya, Tuhan menghukum mereka dengan mengembara selama 40 tahun dan hanya Kaleb dan Yosua saja yang boleh masuk ke Tanah Terjanji.

Menjadi orang beriman tidaklah mudah, dibutuhkan perjuangan. Wanita Kanaan dalam Injil hari ini dipuji Yesus karena imannya. Dia dipandang orang Yahudi seperti anjing, karena dia orang asing, kafir. Tetapi dia tidak marah. Dia bukan ”anjing” jahat yang patut diusir, dia ”anjing” baik dan disayang tuannya, sebab dia boleh makan dari remah-remah roti tuannya. Yesus melihat imannya yang besar dan memujinya. Yesus mengabulkan permohonannya: anaknya sembuh.

Marilah kita menjadi orang beriman yang teguh, yang terus berjuang dan tidak ragu-ragu akan kasih Tuhan. Kita tak perlu ragu akan kebaikan Tuhan, sekalipun kita merasa tak pantas.

Ya Tuhan, semoga aku tetap beriman teguh, walau hidupku susah dan menderita sakit pe­nyakit. Amin.

 

Tinggalkan Pesan