30-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XVII (H)

Santo Petrus Krisologus; Santo Yustinus de Yakobis;
Santo Abdon dan Senen; Santa Yulita dari Kaesarea

Bacaan I: Kel. 40: 16-21.34-38

Mazmur: 84: 3-6a.8a 11; R;2

Bacaan Injil: Mat. 13:47-53

Sekali peristiwa Yesus bersabda  kepada orang banyak: ”Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang di­labuh-kan di laut, lalu mengumpulkan ber­­bagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu du­duklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.  Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: ”Ya, kami mengerti.” Maka berkatalah Yesus kepada mereka: ”Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah Yesus selesai menceritakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

Renungan

Perikop Kitab Keluaran yang kita dengar melukiskan tentang kesetiaan, kerahiman, dan kebaikan Tuhan kepada umat-Nya. Ia adalah Allah yang selalu dekat, Allah yang selalu setia, Allah yang selalu maharahim dan selalu baik kepada Israel, umat-Nya. Kedekatan-Nya dengan umat Israel dilukiskan dengan awan yang selalu menaungi tenda, yang menjadi tanda bahwa Ia tinggal di dalam kemah di tengah-tengah umat-Nya untuk memimpin mereka. Tujuan dari perjalanan itu adalah tanah terjanji yang dijanjikan-Nya.

Wajah kesetiaan, kerahiman, dan kebaikan Allah itu kini nyata dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus. Ia adalah Musa baru bagi kita, yang setia menuntun dan memimpin kita kepada Kerajaan-Nya. Seperti pada Perjanjian Lama Yahweh selalu hadir dalam tanda awan yang selalu menanungi kemah, demikianpun Yesus, selalu hadir dalam tanda-tanda, seperti dalam Firman-Nya yang menuntun kita dan dalam Tubuh dan Darah-Nya yang menjadi bekal yang menguatkan ziarah umat beriman menuju Kerajaan Surga. Orang yang setia mendengarkan firman-Nya dan melaksanakannya, akan sampai ke dalam Kerajaan Surga itu. Sebaliknya, orang yang tidak menghiraukannya, bakal mengambil jalannya sendiri, yang akan menuntunnya kepada kematian. Gambaran situasi akhir hidup kita itu sangat jelas disampaikan Yesus melalui perumpamaan tentang ikan yang ditangkap dan kemudian diseleksi, lalu dipisahkan, yang baik dari yang buruk. Yang baik disimpan ke dalam pasu sedangkan yang tidak baik akan dibuang.

Tuhan, bukalah selalu hatiku untuk mendengarkan firman-Mu dan kuatkanlah aku untuk mengamalkannya dalam hidup setiap hari, sehingga kelak aku boleh berkumpul bersama para malaikat dan orang kudus-Mu di dalam Kerajaan Surga. Amin.

 

Tinggalkan Pesan