LOGO-sagki2015C

Setelah Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) I tahun 2000 dan SAGKI II tahun 2005 berupaya membuat Gereja Indonesia bangkit dan bergerak membentuk keadaban publik baru bangsa, dan SAGKI 2010 menegaskan kembali panggilan perutusan Gereja, maka Gereja Katolik Indonesia akan melaksanakan SAGKI ke-IV tahun 2015 guna meneruskan cita-cita SAGKI sebelumnya dengan memberi perhatian khusus kepada panggilan dan perutusan keluarga sebagai Ecclesia Domestica agar mewartakan Sukacita Injil dalam Gereja dan masyarakat.

SAGKI 2015 yang bertema “Keluarga Katolik: Sukacita Injil. Panggilan dan Perutusan Keluarga Katolik Dalam Gereja dan Masyarakat Indonesia yang Majemuk,” menurut website KWI mirifica.net, akan berlangsung di Via Renata, Puncak, Bogor, 2-6 November 2015 dengan 500 peserta terdiri dari para uskup, 10 utusan dari setiap keuskupan, serta kelompok kategorial keluarga dan pemerhati kerasulan keluarga.

Website itu menegaskan bahwa SAGKI 2015 bertujuan agar Keluarga Katolik semakin menghayati jati diri, identitas, spiritualitas, panggilan dan perutusannya di dalam Gereja dan di tengah masyarakat sehingga mengalami dan memberi kesaksian sukacita Injil dalam kehidupan sehari-hari; semakin menyadari tantangan-tantangan konkret yang dialami dan dihadapi keluarga dewasa ini; dan semakin misioner di tengah masyarakat.

Dijelaskan, tema SAGKI ke-IV itu sejalan dengan perhatian Gereja universal yang memberikan fokus perhatian pada pastoral keluarga. Diawali dengan Sinode Luar Biasa di Roma tanggal 5-20 Oktober 2014 yang mengambil tema “Tantangan-Tantangan Keluarga dalam konteks Evangelisasi”, para Bapa Sinode melihat betapa besarnya tantangan dan krisis yang terjadi dalam institusi terkecil dari Gereja tersebut.

Sinode Biasa di Roma, 4-25 Oktober 2015, akan meneruskan kembali refleksi tentang pastoral keluarga dengan tema “Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Dunia Zaman ini.” Namun sebelumnya, akan diselenggarakan Pertemuan Keluarga se-Dunia dengan tema “Love Is Our Mission: The Family Fully Alive” di Philadelphia, September 2015.

Keputusan menyelenggarakan SAGKI IV di tahun 2015 ini diambil dalam Sidang KWI, 3-13 November 2014. Rapat Presidium KWI, 14 November 2014, lalu memutuskan penanggungjawab pelaksanaan SAGKI IV adalah Komisi Keluarga KWI dan Sekretariat Jenderal KWI dengan melibatkan komisi lain yang berdekatan. Komisi Keluarga juga diminta untuk merumuskan tema menyangkut keluarga itu.

Keluarga adalah Gereja Kecil yang dipanggil untuk menumbuhkan benih iman dan sukacita Injil bagi anggotanya dan bagi keluarga lain dan untuk secara aktif dan penuh tanggungjawab terlibat dalam misi Gereja, khususnya dengan menampilkan jati diri dan misinya sebagai persekutuan hidup dan kasih. Keluarga Katolik adalah garam dan terang bagi masyarakat yang tetap harus memancarkan cahaya iman dan memberi rasa bagi dunia sekarang ini.

“Dalam konteks Indonesia, tantangan itu tercermin dalam multikulturalisme, di mana budaya, adat, gaya hidup, globalisasi, mentalitas sangat mempengaruhi pola relasi dan keharmonisan dalam keluarga. Banyak tradisi baik dalam keluarga yang hilang (de-tradisionalisasi nilai dalam keluarga). Banyaknya kegagalan dalam rumah tangga yang diakibatkan karena ekonomi, perceraian, ketidakdewasaan suami isteri menghancurkan kesatuan keluarga.

Banyak tantangan dan krisis dalam kehidupan keluarga dewasa ini, namun Paus Yohanes Paulus II dalam Surat Kepada Keluarga-Keluarga tahun 1994 nomor 18 memberikan peneguhan dengan mengatakan, “Keluarga-Keluarga terkasih, kamu juga hendaknya jangan takut, hendaknya selalu siap memberi kesaksian mengenai harapan yang ada dalam dirimu (bdk. 1Petrus 3,15), karena Gembala Baik telah meletakkan pengharapan tadi dalam hatimu dengan pengantaraan Injil.”(paul c pati)

Menyambut-SAGKI-2015 (1)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan