image3

Dalam Perayaan Ekaristi yang secara resmi membuka Purwokerto Diocese Youth Day (PDYD) 2015, Sekretaris Eksekutif  Komisi Kepemudaan KWI Pastor Antonius Haryanto Pr mengatakan, kalau dalam beberapa waktu lalu kegiatan OMK vakum dan terasa mati suri, maka pertemuan kali ini bagaikan musim semi.

“Tumpah ruah orang muda yang berkumpul di Katedral Purwokerto menunjukkan bahwa OMK di Keuskupan Purwokerto masih dan tetap eksis keberadaannya,” lanjut imam itu seraya mendorong OMK untuk terus bersemangat.

Pekikan berbagi yel pun terdengar sepanjang PDYD 2015 yang diselenggarakan sejak 25 hingga 28 Juni 2015 Susteran Santo Dominikus dan Katedral Kristus Raja Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah. Yel “OMK bisa, PASTI bisa, dan HARUS bisa” dan Yel PDYD 2015 “OMK Diberkati, Memberkati, dan Menggerakkan” paling banyak terdengar.

Setelah perhatian Gereja Katolik Indonesia kepada OMK se-Indonesia terlihat lewat Indonesia Youth Day (IYD) 2012, Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ mengatakan bahwa dirinya menyambut dengan rasa gembira dan bangga atas terselenggaranya PDYD 2015, “yang menandakan bahwa Keuskupan Purwokerto menaruh perhatian kepada orang muda.”

Dijelaskan, IYD 2012 telah memotivasi Komisi Kepemudaan Keuskupan Purwokerto untuk mengadakan pertemuan akbar tingkat keuskupan guna mengatasi berbagai permasalahan di paroki-paroki, khususnya sulitnya keterlibatan kaum muda dalam kehidupan menggereja. Gagasan itu lalu dituangkan dalam kegiatan bertajuk PDYD 2015.

Tujuan PDYD 2015 untuk memberikan dasar spiritualitas bagi OMK, sekaligus membangun kesadaran bahwa setiap anggota OMK memiliki sahabat orang muda, tidak hanya di tingkat paroki, tetapi juga di tingkat keuskupan, nasional, dan internasional. “PDYD memberi  kesempatan bagi OMK untuk  berbagi dalam keberagaman, bersukacita dalam iman, dan berjumpa saudara seiman,” kata Ketua Panitia PDYD 2015, Adventin Puput Putu Aryani.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Purwokerto Pastor Frans Kristiadi Pr sependapat dengan mengatakan bahwa kesempatan perjumpaan akbar OMK se-keuskupan itu merupakan momen untuk menyadarkan kembali bahwa semua anggota OMK bersahabat satu sama lain, dari ujung timur sampai ujung barat, dari ujung selatan sampai ujung utara, semua membangun semangat kesatuan dalam iman Katolik.

Maka, jelas Pastor Frans, tema “Diberkati untuk Berbagi” yang terinspirasi dari Mat 14:19 mengajak OMK untuk berproses dalam  Diambil, Diberkati, Dipecah, dan Dibagikan.  “Diambil menunjuk tempat kita hidup menggereja, diberkati menunjuk rahmat baptis yang kita terima, dipecah menjelaskan jatidiri orang muda yang rentan godaan, dan dibagi menunjuk perutusan orang muda ke tengah dunia untuk berbagi sukacita Injil,” kata imam itu merujuk Seruan Apostolik Paus Fransiskus, Evangelii Gaudium.

Untuk terlibat dalam pertemuan akbar yang dipersiapkan selama setahun itu, OMK semua paroki pun menyiapkan diri. OMK Paroki Majenang, misalnya, mempersiapkan diri dalam berbagai kegiatan, antara lain, membawa keliling Salib PDYD 2015 ke stasi yang ada di paroki, mengunjungi  orang sakit dan orang lanjut usia, serta berdoa Rosario di rumah anggota OMK.

Setelah mendapat arahan dari Kepala Paroki Majenang Pastor Sulpicius Parjono Pr dan setelah berdoa untuk keselamatan perjalanan, OMK Majenang menyerukan YEL OMK Majenang dan berangkat menuju Purwokerto dan berbaur dengan sekitar 700 anggota OMK lainnya dari 25 paroki.

Setelah Misa dan mendengarkan sambutan dari Pastor Frans, Wakil Bupati Banyumas Laurensius Budhi Setiawan, dan Vikep Keuskupan Purwokerto Pastor Tarcisius Puryatno Pr, masing-masing paroki, termasuk OMK Paroki Majenang, unjuk kebolehan dengan YELnya,  diselingi Jingel PDYD, tabuhan band membahana, dan host yang membakar semangat agar tidak jenuh mengikuti seluruh acara empat hari tiga malam itu.

Dalam PDYD 2015, anggota OMK dibekali spiritualitas dan ilmu untuk menjadi pribadi utuh, tangguh, dan militan guna menghadapi tantangan,dan didorong untuk bertanggungjawab pada sejarah,  bangga akan iman Katolik, dan tidak takut melangkah karena keberadaan mereka ada dalam rencana Tuhan. Mereka juga disadarkan bahwa Allah yang memanggil mereka untuk ambil bagian dalam pelayanan seperti yang Yesus lakukan.

OMK seperti sedang di dalam terminal. Mereka dihadapkan pada berbagai pilihan arah tujuan. Menyadari hal itu, PDYD 2015 mendampingi OMK agar mampu membuat prioritas pilihan sehingga  bertanggung jawab terhadap Gereja dan masyarakat, dan mau solider dengan orang yang menderita.

Setelah dibekali dengan jurnalistik untuk berani mewartakan lewat media tulis, social enterpreunership untuk mampu mencari peluang dan menciptakan lapangan kerja, teater untuk menumbuhkan rasa percaya diri, dan liturgi yang hidup untuk menyadari makna liturgi yang hidup, peserta larut dalam permainan sorot lampu gemerlapan dan gelora tabuh band.

Acara berlanjut dengan sesi-sesi yang diselingi nyanyian rohani dan lagu-lagu hitz, serta acara seru tapi santai (sersan) yang dikemas dalam games rakyat, di antaranya makan krupuk, tari balon, masukan pensil, pecah air. (srcharlieop)

image1

Tinggalkan Pesan