16-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XV (H)

Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel; Santo Reinildis

Bacaan I: Kel. 3:13-20

Mazmur: 105:1.5.8-9.24-25.26-27; R:8a

Bacaan Injil: Mat. 11:28-30

Sekali peristiwa berkatalah Yesus: ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Renungan

Mengakhiri kehidupan dengan tindakan bunuh diri, pada masa akhir-akhir ini, sering kali menjadi topik pemberitaan media massa. Hampir setiap hari, ada saja orang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Alasannya sangat sederhana, yakni bahwa orang sudah tidak sanggup lagi menanggung beban penderitaan, baik batin maupun fisik, dalam kehidupannya.

Memang harus diakui bahwa mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk menanggung segala beban penderitaan hidup sangatlah tidak memadai. Penderitaan itu perlu dibagi, bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi teristimewa kepada Tuhan, sang Asal dan Tujuan kehidupan. Ketika sesama manusia tidak dapat diandalkan, Tuhan dengan cara-Nya sendiri akan datang membantu dan menguatkan kita untuk menghadapi penderitaan kita. Pengalaman campur tangan Allah inilah yang dialami Musa, ketika ia ragu bahwa ia akan diterima sebagai pemimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Ketika ia tidak menemukan jalan untuk meyakinkan bangsa Israel, Tuhan menempatkan dalam mulutnya kata-kata penuh kuasa yang meluluhkan hati bangsa Israel. Dan ketika ia tidak sanggup membujuk raja Mesir untuk melepaskan bangsa Israel, tangan Tuhan yang perkasa diacungkan untuk melakukan perbuatan yang ajaib.

Tuhan senantiasa memberi jalan keluar bagi setiap persoalan yang secara manusiawi tidak terpecahkan. Hati-Nya yang penuh kerahiman selalu siap menerima manusia yang letih, dan memberinya kekuatan baru: Marilah kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Maukah kita membagi beban hidup kita juga kepada Tuhan? Ataukah kita masih mau memikul semuanya dengan hanya mengandalkan kekuatan manusiawi semata?

Tuhan, tuntun aku agar mau meletakkan segala beban hidupku dalam penyelenggaraan kasih-Mu. Jangan keraskan hatiku untuk tidak mau membagi beban penderitaan ini kepada sesama, dan terutama kepada-Mu. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan