15-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XV

Peringatan Wajib Santo Bonaventura, Uskup Pujangga Gereja (P); Santo Yakobus dari Nisiba

Bacaan I: Kel. 3:1-6.9-12

Mazmur: 103:1-2.3-4.6-7; R:8a

Bacaan Injil: Mat. 11:25-27

Sekali peristiwa berkatalah Yesus: ”Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”

Renungan

Tuntutan dunia modern agar para pelayan gerejani tampil elegan, anggun, terampil berbicara dan berorganisasi, serta dapat memuaskan dahaga spiritual banyak orang, pada satu sisi merupakan sebuah ajakan bagi Gereja untuk dari hari ke hari senantiasa meningkatkan kualitas pelayanannya agar selaras zaman, dan tidak sekadar berpuas diri dengan apa yang ada sekarang. Namun pada lain sisi, tuntutan itu ­­sering kali membuat orang dengan kemampuan biasa-biasa, dan dengan penampilan fisik kurang menarik dan meyakinkan, kehilangan kepercayaan diri untuk terlibat dan tampil menjadi pelayan-pelayan umat. Mereka merasa diri tidak layak dan tidak pantas menjadi alat Tuhan untuk melayani sesama, serta tidak sanggup memuaskan dahaga banyak orang. Kepada mereka pun, banyak pihak agak ragu untuk memberikan tanggung jawab pelayanan.

Tanggung jawab seperti itu lebih baik dipercayakan kepada orang dengan kemampuan bicara yang baik, tingkat pendidikan yang memadai, serta penampilan yang paling kurang menarik, elegan, dan meyakinkan. Bacaan-bacaan suci hari ini menyapa dan mengajak kita untuk berani mempercayakan tugas pelayanan kepada, dan sekaligus mempercayai pelayanan dari orang-orang dengan kemampuan biasa-biasa, dan dengan penampilan yang kurang menarik, kurang elegan, dan kurang meyakinkan. Seperti Tuhan yang berani memilih Musa yang tidak begitu percaya diri dengan tugas besar yang dipercayakan kepadanya, kita pun kadang-kadang mesti berani melompat dan melangkahi standar minimum pengetahuan dan kualitas kepribadian pelayan gerejani, dan memberi kepercayaan dan tanggung jawab pelayanan kepada orang-orang dengan kapasitas di bawah standar kita. Kita mesti lebih yakin dengan buah rahmat sakramen yang menjadi tanda penyertaan Tuhan bagi setiap orang yang telah menerimanya. Memang hal ini sulit untuk dilaksanakan, dan malah ada risiko bahwa banyak orang akan menjadi tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Namun, kita mesti tetap beriman bahwa Tuhan juga dapat bekerja melalui orang-orang yang kerap kurang kita percayai secara manusiawi. Atau seperti kata Yesus sendiri: Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Tuhan, buatlah aku semakin yakin dan percaya bahwa Engkau senantiasa menyertai setiap orang yang telah Engkau sendiri urapi dalam sakramen-sakramen-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan