11-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XIV (H)

Peringatan Wajib Santo Benediktus, Abbas; (P)
Santa Olga (Helga); Martir-martir Vietnam

Bacaan I: Kej. 49:29-32; 50:15-24

Mazmur: 105:1-2.3-4.6-7; R:69:33

Bacaan Injil: Mat. 10:24-33

Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: ”Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.”

Renungan

Berharap dan terus berharap, itulah bekal nasihat yang Yesus sampaikan kepada para murid sebelum mereka diutus-Nya. Ia tahu, dunia tidak terlalu tertarik pada diri dan ajaran-Nya, bahkan banyak yang menolak-Nya. Resistensi dunia terhadap ajaran-Nya itu nyata dalam sikap penolakan terhadap Yesus dan ajaran-Nya itu. Malah, Yesus dicap sebagai seseorang yang kerasukan setan dan ajaran-Nya itu berasal dari setan-Beelzebul. Yesus menyadari, sikap yang sama pasti bakal dialami oleh para murid-Nya. Karena itu, Ia menasihati mereka supaya jangan cemas menghadapi cobaan dan penganiayaan.

Yesus memberikan tiga alasan mengapa mereka tidak usah cemas menghadapi cobaan dan penganiayaan. Ketiga alasan itu adalah: pertama, Kerajaan-Nya akan dimaklumkan: ”Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang” (Mat. 10:27a), ”Apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah” (Mat. 10:27b). Alasan kedua, hidup sejati yang dianugerahkan-Nya tak akan musnah: ”Jangan kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, yang tidak berkuasa membunuh jiwa” (Mat. 10:28). Alasan ketiga, Ia selalu melindungi siapa pun, terutama kaum papa dan sederhana. Kalau Tuhan memberi jaminan seperti itu, maka memang tidak beralasan untuk takut dan cemas.

Ziarah hidup Gereja dan pewartaannya sepanjang zaman selalu diwarnai juga oleh tantangan, cobaan dan bahkan penolakan. Namun, Gereja selalu percaya tangan Tuhan yang maha kuasa akan selalu menemani ziarah iman yang penuh tantangan itu.

Tuhan, sertailah ziarah kehidupan iman Gereja-Mu di tanah airku, kokohkanlah harapanku akan kekuatan-Mu yang selalu menyertai. Amin.

 

 

 

 

Tinggalkan Pesan