IMG_2450

“Dalam nama Tuhan yang Mahakuasa, Bapa, Putra dan Roh Kudus dan bersama Bunda Maria dan Santo Dominikus, saya Robertus Bellarminus Adi Ismawan di hadapan Romo Andreas Kurniawan OP, moderator yang mewakili Master Jenderal Ordo Pewarta, berjanji akan hidup sesuai Anggaran Dasar Dominikan Awam sampai akhir hayat saya.”

Setelah menyatakan janji itu, Pastor Andreas Kurniawan OP memasangkan cincin ke jari Adi Ismawan dan memberi salam damai kepadanya, sebagai lambang kebergabungannya dalam Keluarga Dominikan.

Sebanyak tujuh orang awam di Yogyakarta, termasuk Adi Ismawan, yang selama ini bertugas sebagai koordinator Dominikan Awam Yogyakarta, diterima menjadi anggota Keluarga Dominikan setelah mengucapkan janji kekal dalam Misa yang dirayakan di Kapel Novisiat  Suster-Suster Santo Dominikus Baciro Yogyakarta, tanggal 1 Juli 2015.

Selain itu, lima awam lain dari Yogyakarta diterima menjadi postulan, dua awam diterima menjadi novis, dan lima awam membaharui janji untuk satu tahun kemudian. Peristiwa ini disaksikan oleh Koordinator Dominikan Awam Nasional Theophilus Adiwiyarta Atmadi OP, Provinsial Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia Suster Anna Marie OP, serta para suster OP dan anggota keluarga Dominikan Awam dan berbagai undangan.

Menurut Adi Ismawan OP, ketujuh orang yang mengucapkan kaul kekal berada di kapel itu bukan karena mereka pantas. “Kalau ditanya pantas atau tidak, kami semua mengatakan tidak pantas. Bahkan ketika menuntukan tanggal 1 Juli, kami sudah pikir untuk mundur saja. Seakan-akan kami sudah sampai di puncak gunung dan terengah-engah kehabisan tenaga. Namun sungguh karena karya Allah.”

Berbicara tentang Dominikan sebagai salah satu ordo pengemis, dalam sambutannya, Adi Ismawan teringat akan partai pengemis dalam cerita silat dan kalimat yang membuat dia tertegun waktu membaca buku Praying with Thomas Aquinas yakni “contemplare et contemplata aliis tradere” (berkontemplasi dan membagikan buah-buah kontemplasi kepada sesama). “Ya, itu jurus partai pengemis yang paling ampuh. Maka, meski sudah terengah-engah dan ingin berhenti, namun karena karya Allah tak bisa ada sesuatu pun yang bisa menghalangi langkah kami untuk maju,” lanjutnya.

“Tanggal 1 Juli 2015 menjadi hari bersejarah bagi kami, warga Dominikan Awam,” kata Adi Ismawan OP. Dia bukan hanya berterima kasih kepada Pastor Andreas Kurniawan OP, tetapi juga kepada Novisiat Suster-Suster Santo Dominikus Baciro. “Novisiat ini menjadi formasi bukan hanya untuk para suster, tapi juga untuk kami. Perjumpaan kami dengan para suster postulan dan novis membentuk kami. Kami belajar dari mereka. Mereka bisa jadi seusia anak kami, tetapi semangat mereka menjadi teladan buat kami.”

Dengan pengucapan kaul kekal itu, kata Theo Atmadi OP, sudah cukup untuk membentuk chapter baru di Keuskupan Semarang. “Jadi akan ada chapter Dominikan Awam di Jakarta dan Semarang, dan akan menyusul di Pontianak.”

Sementara itu Provinsial Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia Suster Anna Marie OP mengajak keluarga Dominikan di Indonesia untuk tidak hanya berhenti dengan bersyukur tapi berbagi. “Yang kita syukuri perlu kita bagikan, karena kita terpanggil sebagai Dominikan untuk ber-Laudare, Benedicere dan Praedicare,” kata Suster Anna.

Selain mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam Keluarga Dominikan, Suster Anna Marie mengajak Dominikan Awam untuk maju bersama mengembangkan Kerajaan Allah yang sungguh nyata dalam hidup sehari-hari. “Mari wujudkan persaudaraan itu,” kata suster seraya menyinggung keberadaan Dominikan Awam di Jakarta, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak dan seluruh dunia.

Pastor Andrei Kurniawan OP percaya, semua akan terus berlanjut dengan menggunakan jurus partai pengemis. “Doa-doa, buah-buah doa kita, kontemplasi dan pembelajaran kita tidak hanya berhenti atau busuk atau stop di kamar makan atau di kapel atau dalam komunitas kita, tetapi harus terus bertumbuh ke tempat-tempat lain, dan bisa melahirkan juga Dominikan Awam di Wonosari dan di Cimahi, dan di tempat lain di mana para suster OP berkarya.”

Dalam homili, Pastor Andrei menegaskan bahwa mulai terwujudnya Dominikan Awam di setiap komunitas suster OP merupakan rahmat Tuhan yang luar biasa. “Alangkah indahnya kalau kita punya keluarga dekat bukan hanya para suster, tetapi juga awam.”

Imam itu berharap agar ada Dominikan Awam juga di Komunitas Pondok si Boncel. “Kalau para pendamping di sana disertai juga dengan formasi Dominikan dan hidup dalam satu keluarga Dominikan, tentu akan lebih mudah dan indah.”

Tidak hanya di Panti Asuhan si Boncel tapi juga di Cimahi. “Betapa indahnya kalau para guru dan karyawan di sana masuk dalam satu Keluarga Dominikan. Dengan demikian, pasti masalah suster akan menjadi masalah bersama, cerita suster menjadi cerita bersama, dan makanan suster menjadi makanan bersama. Kalau para suster tidak punya makanan nanti diberikan oleh Dominikan Awam.”

Menurut Pastor Andrei, Dominikan Awam yang sepenuhnya menjalankan panggilan Dominikan dan dimasukkan sebagai anggota Ordo Pewarta (OP) telah ada hampir sepanjang hidup Ordo Dominikan sendiri. Peraturan Dominikan Awam dibentuk tahun 1285 dan secara resmi diakui oleh Gereja pada Pesta Santo Thomas Aquinas tahun 1286.(paul c pati)

IMG_2455

IMG_2475

IMG_2467

 

IMG_2466

Keterangan foto yang diambil oleh paul c pati: (dari atas)

1. Adi Ismawan OP mengucapkan Janji Kekal Dominikan Awam

2. Tujuh orang awam yang mengucapkan Janji Kekal

3. Pastor Andreas  Kurniawan OP bersama 19 orang awam yang diterima menjadi postulan dan novis serta yang membaharui janji dan mengucapkan Janji Kekal.

4. Provinsial  Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia Suster Anna Marie OP

5. Koordinator Dominikan Awam Nasional Theophilus Adiwiyarta Atmadi OP

2 KOMENTAR

  1. Saya & bersama keluarga besar Dominikan Awam di pontianak mengucapkan selamat kepada Brother & Sister yang sudah mengucapkan janji kaul kekal dan pembaharuan formasi.
    Perjuangan besar segera dimulai. Mari kita mewartakan dengan banyak mendengar, lebih banyak memberi contoh dan lebih lebih banyak lagi memberi teladan. Semoga

    salam hangat kami

    Fransiskus Edy (Koord Awam dominikan di Pontianak)

  2. Saya ucapkan selamat “Provisiat atas janji kaul kekal ini”

    Untuk menjadi anggota apakah bisa yg telah berkeluarga atau tidak?

    Terima kasih

Tinggalkan Pesan