7-Juli-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XIV (H)
HUT Kongregasi PMY
Santo Odo, Abas

Bacaan I: Kej. 32:22-32

Mazmur: 17:1.2-3.6-7.8b.15; R:15a

Bacaan Injil: Mat. 9:32-38

Pada suatu hari, di­bawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: ”Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Tetapi orang Farisi berkata: ”Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Renungan

”Mengabdi dan melayani” adalah dua karakteristik dasar yang mewarnai seluruh karya Yesus. Ia menjadi seorang Gembala yang mampu membaui umat yang dilayani-Nya. Ia mempunyai kedalaman asa untuk merasakan apa yang dirasakan oleh para murid dan orang-orang yang dengan tekun dan setia mengikuti-Nya. Ia mengabdikan seluruh diri dan hidup-Nya untuk melayani para saudara yang selalu berbondong-bondong mendatangi-Nya. Ia pergi keluar dan masuk desa untuk menjumpai para saudara yang merindukan pembebasan dari beragam belenggu yang melilit diri. Ia mengajar di rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga.

Tugas mengabdi dan melayani Tuhan diwariskan pertama-tama kepada para murid-Nya, lalu diteruskan oleh Gereja hingga sekarang. Melalui Sakramen Permandian semua orang dipanggil untuk mengambil bagian dalam tugas-tugas Kristus. Itu berarti setiap anggota Gereja dipanggil untuk menjadi gembala; menghadirkan kembali wajah belas kasih Tuhan, membangun kembali harapan yang patah, menghadirkan Kerajaan Allah secara nyata dalam carut-marutnya dunia dewasa ini. ”Panenan memang besar, tetapi sedikitlah pekerja untuk menuainya” menjadi semangat (spirit) yang menggerakkan Gereja kepada sebuah keterlibatan dan perjumpaan dengan dunia.

Tuhan Yesus, pakailah aku selalu sebagai sarana di tangan-Mu untuk menyebarluaskan karya kasih dan kebaikanmu di dunia ini. Amin.

 

Tinggalkan Pesan