foto pemu kat

Dalam memimpin murid-murid-Nya, Yesus selalu bersama-sama mereka dalam semangat kekeluargaan, bahkan tidak henti-hentinya melakukan kebaikan. Maka, dalam berorganisasi saya mengajak anggota-anggota Pemuda Katolik untuk selalu tekun dan rajin dalam melayani.

Pembimbing Mahasiswa-Mahasiswi Katolik Keuskupan Agung Jakarta Pastor Antonius Didit Soepartono Pr mengatakan hal itu dalam Ekaristi Pemberkatan Pengurus Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik DKI Jakarta di aula Paroki Santa Theresia Jakarta, 27 Juni 2015.

Sekitar 100 anggota Pemuda Katolik termasuk Ketua Umum Pusat Pemuda Katolik RI, Agustinus Tamo Mbapa, ketua umum periode sebelumnya Natalis Situmorang, Ketua Komda Pemuda Katolik DKI Jakarta Tarsisius Lemba menghadiri Misa itu disertai beberapa undangan.

Seraya meminta agar pelayanan ormas itu selalu konkret, Pastor Didit mengajak para anggota di seluruh paroki untuk selalu bersinergi melakukan hal-hal kecil tapi berdampak terhadap hal-hal yang luas bagi seluruh umat Katolik.

“Pemimpin sejati adalah pemimpin yang lahir dari keluarga, lingkungan, dan wilayah yang penuh semangat pelayanan bernyala-nyala,” kata imam itu seraya meminta para anggota untuk selalu membina diri, sehingga umat dari kelompok lain merasakan kebaikan yang dilakukan Pemuda Katolik.

Pastor Didit mendorong para pengurus yang dilantik hari itu untuk belajar melayani dari hal-hal yang paling sederhana. “Saya yakin Tuhan pasti memberikan rahmat bagi pengurus baru sehingga dalam menjalankan organisasi ini, akan lebih baik,” tegas imam itu.

Agustinus Tamo Mbapa menjelaskan, jumlah Komda Pemuda Katolik di Indonesia sebanyak 34, namun yang aktif hanya 26 komda. “Pemuda Katolik bisa berjalan sesuai amanat organisasi apabila seluruh pengurus daerah mau dan rela berkorban mengembangkan dirinya melalui organisasi ini,” katanya.

Peran Pemuda Katolik selama ini menyiapkan kader-kader pemimpin Katolik yang berkualitas, memiliki keahlian dan mampu bersaing di tengah dunia yang semakin berkembang pesat ini, kata Agust seraya melihat pelantikan komda itu bisa menjadikan Pemuda Katolik sebagai laboratorium pemimpin Katolik militan.

Setelah dilantik, Tarsisius Lemba mengatakan bahwa dalam tiga tahun ke depan ia akan membuat Pemuda Katolik selalu bersinergi dengan Gereja Katolik. “Gereja Katolik adalah ‘Ibu Kandung’ organisasi maka program kegiatan harus selaras dengan Gereja Katolik.”

Menurut lulusan Fakultas Ekonomi yang sedang belajar di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jakarta itu, yang paling penting dilakukan dalam tiga tahun ke depan adalah terus melakukan kaderisasi pemimpin sehingga Katolik memiliki pemimpin berkualitas. Dijelaskan, Pemuda Katolik bukanlah partai politik tapi menjadi wadah untuk menyiapkan mereka yang akan terjun dalam dunia politik.

“Selama tiga tahun ke depan saya dan seluruh jajaran pengurus akan terus melakukan program pembinaan agar kader-kader pemimpin Katolik bisa menunjukkan dirinya melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pembinaan,” katanya. (Konradus R Mangu)

 

 

Tinggalkan Pesan