17-Juni-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA XI (H)
Santo Gregorius Barbarigo

Bacaan I: 2Kor. 9:6-11

Mazmur: 112:1-2.3-4.9; R:1a

Bacaan Injil: Mat. 6:1-6.16-18

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda: ”Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Renungan

Ada tiga tiang penopang hidup beragama bagi seorang Yahudi yang saleh, yakni memberikan sedekah, berpuasa, dan berdoa. Yesus tidak berkeberatan dengan ketiga tiang utama itu. Hal yang dikritik oleh Yesus dalam Injil hari ini adalah motivasi di balik perbuatan-perbuatan itu. Perbuatan-perbuatan seperti memberi, berpuasa, dan berdoa itu menjadi kehilangan makna kalau orang melakukan hal-hal itu supaya dipuji dan dilihat orang. Orang yang memberi derma, misalnya, melakukan tindakan pemberian bukan untuk menolong orang yang menerima pemberian itu melainkan semata-mata untuk menonjolkan diri sebagai seorang dermawan. Pemberian demikian tidak akan mendapat pahala.

Model pemberian lainnya yang tidak bakal mendapat pahala sebagaimana disampaikan oleh Paulus kepada umat di Korintus dalam bacaan pertama hari ini adalah memberi dengan terpaksa atau dengan penuh penyesalan. Hanya orang yang memberi dengan sukarela akan diganjari Allah dengan berkat yang melimpah. Semoga bacaan-bacaan hari ini menolong kita untuk senantiasa rela berbagi dengan orang-orang yang berkekurangan demi kebaikan orang-orang itu sendiri dan bukan karena motivasi-motivasi lainnya.

Tuhan, mampukanlah untuk senantiasa berbagi sekalipun aku sendiri tidak ber­kecukupan. Amin.

 

Tinggalkan Pesan