Pastor Emmanuel Akingbade

Keuskupan Ekiti, Nigeria, meminta agar umat beriman tidak bernegosiasi dengan orang-orang yang menculik Pastor Emmanuel Akingbade dari Paroki Santo Benediktus Ido-Elkit, di Nigeria barat daya. “Kami menunggu para penculik itu mengatakan kepada kami apa tuntutannya sebagai ganti pembebasan imam itu,” kata Uskup Ekiti Mgr Felix Ajakaye.

Imam itu diculik tanggal 8 Juni 2015. Uskup itu mengatakan, tiga bandit bersenjata memasuki kediaman Pastor Akingbade, mengambil sejumlah uang dan laptop imam itu, serta memaksa imam itu mengikuti mereka.

Para penculik kemudian menggunakan handphone imam itu untuk mengirim berbagai permintaan tebusan kepada masyarakat umum, namun sejauh ini mereka tidak pernah menghubungi keluarga keluarga imam itu atau pun keuskupan. Menurut orang yang berada dengan Pastor Akingbade saat penculikan itu, para penjahat minta kepada imam itu 20 juta Naira (atau sekitar satu setengah milyar rupiah) jika tidak ingin diculik.

Tanggal 11 Juni 2015, Mgr Felix Ajakaye memimpin Misa di Katedral Santo Patrick. Saat itu uskup meminta campur tangan ilahi agar para penculik melepaskan Pastor Akingbade dan sandera-sandera lain di wilayah ini.

Pastor Clement Ogunlusi dari katedral itu mengeluhkan ketidakamanan di negara itu tetapi meminta umat beriman untuk tidak mengutuk para penculik tetapi berdoa bagi mereka untuk bertobat.

Kekerasan terhadap imam Katolik meningkat dalam minggu-minggu terakhir di Nigeria. Tanggal 1 Juni 2015, Pastor Goodwill Onyeka terbunuh bersama saudara lelakinya dalam perampokan di jalan Owo-Oba-Akoko di negara bagian Ondo di Nigeria selatan.

Tanggal 4 Mei 2015, Pastor Innocent Umor diculik di Keuskupan Idah, di negara bagian Kogi, di Nigeria selatan bagian tengah. Imam itu dibebaskan dua hari kemudian.(pcp berdasarkan Agenzia Fides)

Foto Pastor Emmanuel Akingbade

 

Tinggalkan Pesan