11-Juni-KWI-R-702x336

PEKAN BIASA X

Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul (M)

Bacaan I: Kis. 11:21b-26;13:1-3

Mazmur: 98:2-3ab.3c-4.5-6

Bacaan Injil: Mat. 10:7-13

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Renungan

Hari ini kita memperingati St. Barnabas, seorang rekan kerja Paulus yang setia. Ia berasal dari Siprus, keturunan bangsa Yahudi dari suku Lewi. Ia bersedia menerima nama baru “Barnabas”, artinya Putra Penghibur. Nama ini diberikan oleh para Rasul sebagai pengganti nama aslinya, Yosef. Ia mengenal Paulus dengan lebih dekat dan dialah yang mengantar Paulus kepada para Rasul untuk menceritakan peristiwa penampakan Tuhan pada Paulus di tengah jalan menuju Damsyik.

Sama seperti Paulus, demikian pun Barnabas bukan dari kalangan kedua belas Rasul yang dipilih Yesus sendiri ketika masih hidup di Palestina. Namun, Gereja memasukkan mereka ke dalam bilangan para pendiri Gereja dan dianggap sebagai Rasul. Keduanya juga dipilih dan diutus langsung oleh Tuhan sendiri. Tuhan Yesus yang bangkit memilih Paulus menjadi Rasul-Nya saat penampakan di jalan ke Emaus, dan Barnabas saat sedang berdoa dan berpuasa di Anthiokia. “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka (Kis. 13:2). Barnabas kemudian menemui ajalnya setelah dirajam oleh orang Yahudi di Salamis.

Era rasul Paulus sudah berlalu, tetapi perutusan Yesus masih terus berlangsung hingga saat ini. Siapa lagi kalau bukan kitalah yang dipanggil dan diutus Tuhan untuk menjadi saksi-Nya. Kita dipanggil dan diutus Yesus untuk menciptakan dunia yang penuh damai, untuk memberi kesembuhan kepada yang sakit, kelegaan kepada yang berbeban berat, mengusir roh jahat dan saling berbagi kasih secara cuma-Cuma kepada sesama yang membutuhkan, dan berbagai macam karya amal saleh dan belas kasih lainnya. Inilah tugas perutusan Yesus bagi kita.

Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk menguatkan aku dalam menghayati panggilan suci-Mu: menciptakan dunia yang damai, tenteram, dan penuh kasih. Amin.

 

Tinggalkan Pesan