DSCN1142

Sekretaris Eksekutif  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Edy Purwanto Pr mengatakan, umat Katolik perlu memberikan dukungan konkret kepada siapa pun, baik tokoh Katolik maupun non-Katolik, asalkan dipilih dengan sungguh-sungguh karena figur itu memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Pastor Purwanto berbicara dengan PEN@ Katolik tanggal 2 Juni 2015, selesai memimpin Perayaan Ekaristi di Paroki Santo Gregorius Agung, Kuta Bumi, Tangerang, tentang persiapan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dilakukan sejumlah daerah di Indonesia, awal Desember 2015.

Model pemilihan serentak ini merupakan yang pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia. Sebanyak 269 daerah terdiri atas 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten akan serentak memilih kepala daerah. Artinya, sekitar 53 persen dari total 537 jumlah provinsi dan kabupaten atau kota di Indonesia akan melaksanakan pilkada serentak gelombang pertama, 9 Desember 2015.

Imam itu juga berharap agar mereka yang terlibat langsung dalam dunia politik menghitung secara cermat agar bisa meraih posisi politik dalam tugas pelayanan dan pengabdian terhadap masyarakat. “Maka, sungguh-sungguh diperlukan peran signifikan memenangkan sosok tertentu yang sungguh diandalkan untuk mengabdi kepentingan masyarakat umum.”

Dijelaskan bahwa bulan April lalu Komisi Kerasulan Awam KWI telah menggagas sosialisasi Pilkada langsung di kantor KWI di Jalan Cut Meutia, Jakarta, “dan pasti akan terus dilakukan sosialisasi ke sejumlah daerah di setiap keuskupan di Indonesia.”

Menurut Pastor Purwanto yang lahir di Promasam, Jawa Tengah, setiap orang mempunyai peluang untuk terlibat dalam politik, namun perlu diingat bahwa persaingan sangat ketat. “Maka perlu peranan teman-teman Katolik dalam partai politik. Harus pandai menghitung menang dan kalah dalam pertarungan tersebut. Seandainya berat, perlu dipertimbangkan kembali keterlibatan di kancah politik dan jadilah pemberi semangat untuk calon lain.”

Sesuai dengan konsistensi Gereja, lanjut sekretaris eksekutif KWI itu, umat Katolik mutlak terlibat dan tidak boleh apatis menghadapi Pilkada langsung. “Umat Katolik perlu mendukung kebijakan politik apapun yang penting untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, umat Katolik mesti pandai memilih figur yang sungguh-sungguh berjuang demi kesejahteraan umum.” (Konrad R Mangu)

 

Tinggalkan Pesan