Paus Fransiskus

Sidang Pleno Dewan Kepausan untuk Peningkatan Evangelisasi Baru telah membahas hubungan antara evangelisasi dan katekese dan dalam tema itu Paus Fransiskus menyampaikan kepada para anggota dewan dan presiden dewan itu, Uskup Agung Rino Fisichella, bahwa Gereja dipanggil untuk melakukan evangelisasi di saat terjadi perubahan besar.

Dalam sambutan yang disampaikan kepada para peserta sidang di Vatikan tanggal 29 Mei 2015 itu, Paus Fransiskus menekankan bahwa bahasa yang digunakan untuk memberitakan Injil perlu diperbaharui sehingga dapat dipahami oleh semua orang yang mendengarnya.

Paus berusia 78 tahun itu menambahkan bahwa orang saat ini menginginkan Gereja yang bisa berjalan bersama mereka dalam memberikan kesaksian iman, “Gereja yang menyatukan semua orang dalam solidaritas, khususnya dengan mereka yang paling terpinggirkan dan sendirian. Berapa banyak orang miskin, juga yang miskin dalam iman, menantikan Injil yang membebaskan!”

“Betapa banyak pria dan wanita, yang berada di pinggiran-pinggiran akibat masyarakat yang konsumtif dan ateis, menunggu kedekatan dan solidaritas kita!”

Evangelisasi Baru, kata Bapa Suci kepada para peserta yang hendak membuat perencanaan Tahun Yubileum Luar Biasa Belas Kasih yang Paus percayakan menjadi perhatian mereka, adalah untuk menyadari cinta Bapa yang penuh belas kasihan sehingga kita juga menjadi instrumen-instrumen keselamatan terhadap saudara-saudara kita.

Yubileum itu dimulai tanggal 8 Desember, Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda.

Paus menggarisbawahi bahwa Roh Kudus adalah “protagonis (pemeran utama) evangelisasi,” serta arsitek pertumbuhan Gereja dalam memahami kebenaran Kristus. “Dialah yang membuka hati umat beriman dan mengubahnya, sehingga pengampunan yang diterima dapat menjadi pengalaman cinta bagi saudara-saudara.”

Seraya menegaskan bahwa Roh Kuduslah yang selalu membuka pikiran para murid Kristus sehingga mereka dapat lebih memahami apa yang diminta dari mereka dan bagaimana mereka memberikan kesaksian, Paus Fransiskus mengatakan, “Kami begitu membutuhkan Roh Kudus, untuk membuka pikiran dan hati kita,” khususnya dalam menghadapi tantangan-tantangan saat ini.

Bapa Suci berterima kasih kepada para peserta untuk semua yang sedang mereka lakukan guna mempersiapkan Yubileum Luar Biasa Belas Kasih, dan Paus mengingatkan mereka bahwa itulah “Tahun Suci yang saya percayakan kepada kalian.”

Di saat penuh perubahan besar ini, Paus Fransiskus menyoroti, tahun suci ini adalah untuk membuat karunia kerahiman tampil lebih jelas saat Gereja terus mengupayakan evangelisasi.

Bapa Suci mengakhiri sambutannya dengan mempercayakan mereka kepada Maria, seraya memberkati mereka dan meminta mereka untuk berdoa baginya. (pcp berdasarkan laporan Zenit.org dan Radio Vatikan)

 

Tinggalkan Pesan