FrancisMarried2

Paus Fransiskus menegaskan kembali bahwa masa pertunangan adalah demi pernikahan yang bermakna. Dalam Audiensi Umum mingguan di pagi tanggal 27 Mei 2015 di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus melanjutkan katekese tentang pernikahan dan keluarga, serta menekankan betapa pentingnya masa persiapan agar pasangan-pasangan benar-benar mengenal satu sama lain.

Saat bertunangan, kata Paus seperti dilaporkan oleh Deborah Castellano Lubov dari Zenit.org, bisa benar-benar menjadi saat mengalami banyak karunia rohani yang memperkaya keluarga.

Paus menyimpang dari pernyataan yang disiapkan untuk memperhatikan bahwa dalam Alkitab, khususnya dalam Kitab Yeremia, hubungan Allah dengan umat-Nya disebut dengan istilah tunangan.

“Pernikahan adalah pertama-tama suatu penemuan panggilan Allah,” tegas Paus Fransiskus. Dalam penemuan ini, kata Paus, “Pria ‘mempelajari’ wanita, wanita ini,” kata Paus, “dan wanita ‘mempelajari” pria, pria ini.”

“Jangan meremehkan pentingnya pembelajaran ini: Itu indah dan cinta membutuhkannya, karena cinta bukan hanya kebahagiaan yang menggembirakan serta emosi yang mempesona.”

Untuk pernikahan yang langgeng, kata Paus Fransiskus, dibutuhkan waktu, doa, dan perhatian. Pasangan-pasangan, bahkan yang hidup bersama atau memiliki hubungan intim, sering tidak benar-benar saling mengenal, kata Paus yang juga menegaskan bahwa perasaan dan jatuh cinta jangan dikacaukan dengan cinta.

Paus juga mengatakan bahwa ada kecocokan tertentu dalam memutuskan untuk menikah, bukan hanya karena daya tarik atau perasaan, tapi “perlu penjelajahan.”

Perjanjian cinta antara pria dan wanita, perjanjian untuk kehidupan, bukan dibuat seadanya, bukan dibuat dalam semalam. Tidak ada pernikahan kilat: kalian perlu mengupayakan cinta, kalian perlu berjalan [di jalan ini],” kata Paus Fransiskus spontan.

“Menyatukan dua kehidupan,” kata Paus, “adalah keajaiban dari kebebasan dan dari hati, yang dipercayakan kepada iman.”

Paus Fransiskus mengajak pasangan-pasangan nikah dan orang yang bertunangan yang beragama Kristen untuk merefleksikan secara bersama tentang cinta mereka, tentang masa depan mereka dan tentang pentingnya iman dan doa dalam kehidupan-kehidupan mereka bersama.

Paus mengucapkan selamat kepada semua pasangan bertunangan di Lapangan Santo Petrus itu dan berharap mereka bisa melangsungkan pernikahan yang baik. Paus juga berdoa agar mereka mempersiapkan hari pernikahan mereka bukan dengan cara duniawi, tetapi dengan sukacita dan harapan yang lahir dari iman mereka kepada Yesus. (pcp berdasarkan Zenit.org)

FrancisMarried_0

Keterangan foto dari CNS/Paul Harling di atas menunjukkan Paus Fransiskus ketika baru tiba di lapangan Santo Petrus untuk memimpin Audiensi Umum 27 Mei 2015 dan satu pasangan yang baru nikah yang datang juga menghadiri audiensi itu.

Bagikan
Artikel sebelumKamis, 28 Mei 2015
Artikel berikutJumat, 29 Mei 2015

1 komentar

  1. Terimakasih untuk tulisan yang melegakan.
    Saya ika,,
    apakah ada batasan jarak antara pertunangan dan pernikahan?

    Terimakasih..
    Salam,

Tinggalkan Pesan