23-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH VII (P)

Santo Desiderius; Santo Yohanes Baptista di Rossi

Bacaan I: Kis. 28:16-20.30-31

Mazmur: 11:4.5.7; R:7b

Bacaan Injil: Yoh. 21:20-25

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Renungan

Siapakah ‘murid’ yang dikasihi itu? Injil Yohanes menampilkan lima kali secara anonym. Ia menemani Andreas saat Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai ‘Anak Domba Allah’ (1:35-40).  Ia duduk di dekat Yesus dan bersandar pada-Nya pada Perjamuan Terakhir (13:23; 21:20). Ia berdiri di kaki salib (19:26). Ia melihat makam Yesus yang kosong bersama dengan Petrus (20:2-8). Ia memperkenalkan Tuhan kepada Petrus saat menampakkan diri di Pantai Danau Tiberias (21:7).

‘Murid yang dikasihi’ adalah murid yang setia mengikuti Tuhan, tinggal di dekat-Nya, untuk memberitakan kematian dan kebangkitan Tuhan, dan memperkenalkan Tuhan kepada semua orang. Ia adalah tokoh simbolis yang mewakili murid Tuhan yang sempurna. Sosok itu akan terus ditemui dalam setiap zaman sampai Tuhan datang kembali dengan kemuliaan-Nya. Murid itu adalah kita! Kita akan tetap tinggal, demikian juga anak cucu kita untuk terus dipakai dan diteguhkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi ‘Peristiwa Yesus Kristus’; saksi yang memberitakan bahwa Allah itu adalah kasih, dan dalam kasih-Nya ia ingin agar kita selamat dan hidup, hidup dalam kelimpahan dan kesempurnaan kasih.

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih karena telah memilih aku yang lemah dan rappuh menjadi murid-Mu. Semoga aku tidak menyia-nyiakan kasih-Mu, tetapi membawa banyak orang lain untuk mengenal dan mengasihi-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan