Koch-2

Konferensi tiga hari tentang ‘Nostra Aetate – Merayakan 50 tahun Dialog Gereja Katolik dengan umat Yahudi dan Muslim’ berakhir tanggal 21 Mei 2015 di Universitas Katolik America di Washington DC. Presiden Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristen, Kardinal Kurt Koch, berada di sana.

Kardinal Koch, yang juga bertanggung jawab untuk dialog Gereja dengan orang-orang Yahudi, mengatakan bahwa deklarasi Nostra Aetate merupakan peristiwa penting dalam hubungan antara Gereja Katolik dan agama-agama lain.

Namun, kardinal itu mencatat bahwa sementara Gereja melakukan pembicaraan bilateral yang berkelanjutan dengan para pemimpin agama Yahudi dan Muslim, mungkin terlalu dini untuk ikutserta dalam “trialogue” di antara tiga agama monoteistik itu.

“Kami tidak memiliki trialogue dan bagi kami terlalu dini untuk melaksanakannya karena kadang-kadang kita berbicara tentang ekumenisme Abrahamitic – ini sangat jelas – itu isu yang bagus. Tapi di sisi lain, kita memiliki penafsiran yang sangat, sangat berbeda tentang Abraham dan kita tidak dapat menyangkal isu ini. Dan dalam diskusi antaragama, sangatlah penting untuk menangani juga perbedaan yang kita miliki dalam menafsirkan Abraham,” kata kardinal itu.

Ketika ditanya apakah pemimpin-pemimpin Muslim dan Yahudi akan terbuka melakukan dialog semacam itu dan apakah dialog seperti itu bisa membuka jalan untuk peningkatan hubungan antara tiga agama itu, Kardinal Koch menjawab, “Kita berharap bisa masuk ke [arah] ini di masa depan, namun dalam setiap agama, kita memiliki oposisi.”

Dijelaskan bahwa ada pemimpin yang terbuka dalam Gereja Katolik, ada pemimpin yang terbuka dalam agama Islam, dan ada juga pemimpin yang terbuka dalam agama Yahudi, “namun ada oposisi di semua tiga agama itu.”

Bahkan dalam Gereja Katolik sendiri, jelas Kardinal Koch, ada juga oposisi terhadap Nostra Aetate. “Kelompok-kelompok yang sama itu menentang ekumenisme, menentang dialog antaragama, menentang deklarasi kebebasan beragama. Dan saya pikir mereka itu minoritas. Kita harus berjalan terus sesuai Konsili Vatikan II dengan otoritas tinggi dari Gereja Katolik dan kita tidak dapat mengingkari pengaruh yang sangat penting ini,” tegas Kardinal Koch. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

 

Tinggalkan Pesan