18-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH V (P)
Beato Willem Toulouse; Santo Yohanes I; Santo Leonardus Murialdo; Santo Feliks dr Cantalice

Bacaan I: Kis. 19:1-8

Mazmur: 68:2-3.4-5ac.6-7b; R:33a

Bacaan Injil: Yoh. 16:29-33

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus: ”Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Renungan

Akhirnya para murid percaya bahwa Yesus sungguh Allah. Allah yang melawati dan membawa keselamatan bagi manusia. Apakah itu cukup? Tentu saja belum! Mereka masih harus berjuang untuk memahami cara yang dipilih Yesus yakni sengsara, wafat dan bangkit dari kematian. Sekarang kita tentu jauh lebih paham akan wahyu Allah yang merendahkan diri, menjadi sama dengan kita, menjadi taat sampai mati di salib. Namun, apakah itu sudah cukup untuk menyebut bahwa kita sempurna dalam iman? Tentu belum. Beriman adalah proses seumur hidup, dan kita harus bangga bahwa Allah menghargai proses itu.

Sambil mengingatkan kita akan banyaknya masalah dan tantangan di masa depan, Yesus mengajak kita untuk tidak takut karena Ia telah mengalahkan dunia. Kita dapat turut dalam kemenangan itu jika kita tetap bersatu dengan-Nya. Kemenangan-Nya itu adalah sumber damai dan sukacita kita dalam pewartaan Injil. Ia akan selalu bersama kita dan tidak sekali pun meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Jangan pernah takut untuk memberitakan Injil kemana-mana!

Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah imanku melalui peristiwa kematian dan kebangkitan-Mu, agar aku mampu merasakan pendampingan-Mu di setiap proses kehidupan ini dan mampu menjadi murid-Mu yang sejati. Amin.

 

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan