17-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH VII (P)
Hari Minggu Komunikasi Sedunia
Santo Paskalis Baylon

Bacaan I: Kis. 1:15-17.20a.20c-26;

Mazmur: 103.1-2.11-12.19-20ab; R:19a

Bacaan II: 1Yoh. 4:11-16

Bacaan Injil: Yoh. 17:11b-19

Dalam perjamuan malam terakhir,  Yesus   menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya: ”Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”

Renungan

Cinta kasih Yesus kepada para murid-Nya tersirat dalam doa-Nya kepada Bapa. Ia berdoa agar mereka tetap setia pada Injil, dan mempererat persaudaraan dan persatuan di antara mereka. Yesus sadar bahwa para murid-Nya, termasuk kita, akan dimusuhi oleh dunia sama seperti dunia memusuhi Dia. Mengapa? Karena firman Allah yang telah kita terima dan hidupi membantu kita untuk menolak semua nilai dan prioritas dunia. Kita diutus tidak untuk menjadi sama dengan dunia, tetapi menyelamatkannya.

Dengan tetap berada di dunia, Yesus mengutus kita untuk mengkomunikasikan Injil dengan cara menjadi garam dan ragi dunia. Ia berdoa agar kita selalu dilindungi dari semua pengaruh buruk dunia. Dengan itu, kita dikuduskan dalam kebenaran, dengan cara memasukkan kita dalam relasi harmonis penuh kasih dengan Allah Tritunggal. Dengan tetap tinggal di dalam kasih, kita berada di dalam Allah dan Allah di dalam kita. Inilah yang membuat kita mampu tampil otentik dan berintegritas tinggi sebagai murid dan pewarta Injil.

Tuhan Yesus Kristus, doakanlah kami selalu agar tetap tinggal dalam kasih-Mu; kasih yang mendorong kami untuk mengubah wajah dunia ini menjadi serupa dengan wajah-Mu yang penuh kasih. Amin.

 

Tinggalkan Pesan