perayaan syukur perpisahan SBSB

Setelah enam tahun, Seminari Menengah Santa Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Flores,  mulai memanen buah pertama yakni mengutus 36 peserta didik Kelas XII untuk melanjutkan pendidikan ke Seminari Tinggi.

“Kita bersyukur karena kita hanya alat Tuhan dan hanya mengikuti rancangan Tuhan untuk menjadikan seminaris pribadi yang matang dan tiap tahun bisa memanen imam dari Keuskupan Maumere ini,” kata Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD.

Mgr Pareira berbicara dalam homili Perayaan Ekaristi Syukuran, untuk Kelas IX (Angkatan IV) SMP Seminari Menengah Santa Maria BSB, Perutusan Kelas XII (Angkatan Pertama) SMA Seminari Menengah Santa Maria BSB, dan Perpisahan dengan Tiga Frater TOP, yang berlangsung di seminari itu, 9 Mei 2015.

Misi itu dipimpin Uskup Maumere dengan konselebran Praeses Seminari Pastor Deodatus Duu Pr, Kepala Sekolah Pastor Lorens Bate Pr, Vikjen Keuskupan Maumere Pastor Ewaldus Sedu Pr dan 11 imam lain. Tema Misa yang juga dihadiri biarawan-biarawati serta orangtua seminaris adalah “Pergilah, Kamu Diutus.”

Namun sebelum perutusan itu, Uskup Maumere mengingatkan para calon imam dan para imam untuk tidak ambisi. “Ada yang berjuang untuk menjadi uskup tapi tidak pernah jadi. Ada yang berjuang untuk menjadi kepala sekolah seminari tapi tidak pernah terpilih. Kerjalah sesuai tugas yang diberikan. Kerja dengan Tuhan janganlah berambisi seperti di dunia politik. Biarkan Tuhan yang berkarya dalam diri kita. Senjatakan dirimu dengan doa dan kerja,” pesan uskup.

Sehubungan dengan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan, Mgr Pareira meminta orangtua supaya jangan hanya menyerahkan anaknya ke seminari dan membiarkan mereka diatur oleh para pembina di seminari tapi mendoakan mereka.

“Marilah kita semua, baik pendidik,orangtua, dan anak seminari, bersama-sama berdoa untuk panggilan. Dengan kekuatan doa kita akan mendapatkan biarawan-biarawati yang baik. Kalau tidak mengandalkan Tuhan dalam hidup ini sia-sialah perjuangan kita,” tegas uskup.

Selain itu, Mgr Pareira meminta praeses, kepala sekolah, prefek, dan para pendidik untuk memberikan teladan hidup yang baik kepada seminaris. “Contoh dan teladan hidup akan membuka jalan untuk para seminaris menemukan hidup yang bermakna di lembaga ini dan akan mengantar mereka tumbuh dan berkembang menjadi pribadi matang yang kelak dapat menjadi imam yang baik dan bermartabat,” kata Mgr Pareira seraya mengutip ucapan terkenal dalam bahasa Latin “Verba movent, exempla trahunt (kata-kata menggerakkan hati, teladan menarik orang untuk ikut).” (Yuven Fernandez)

_DSC0041

Tinggalkan Pesan