15-Mei-KWI-R-702x336

PEKAN PASKAH V (P)
Santo Isidor (us);  Santo Pakomius
Santa Dymphna; Santa Bertha dari Rupertus

Bacaan I: Kis. 18:9-18;

Mazmur: 103:1-2.11-12.19-20b; R:19a

Bacaan Injil: Yoh. 16:20-23a

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.”

Renungan

Hidup kita terdiri dari duka dan suka. Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka pun akan berdukacita karena kematian-Nya, namun berganti sukacita karena kebangkitan-Nya. Ia melukiskan hal itu seperti seorang wanita yang merasakan sakit selama proses persalinan dan segera bersuka setelah kelahiran anaknya. ‘Sakit bersalin’ ibarat kerinduan umat Perjanjian Lama akan Mesias, dan penderitaan para murid pada ‘hari-hari terakhir’.

Seperti Paulus, kita diutus untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Tetapi, membangun Kerajaan Allah bukan seperti membangun sebuah gedung pencakar langit yang pada saatnya akan selesai dan mendatangkan sukacita. Kita berhadapan dengan manusia yang memiliki akal budi dan kehendak bebas. Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan upaya kita pada akhir zaman.

Sangatlah menggembirakan ketika Yesus bersabda bahwa bukan dukacita melainkan sukacitalah yang akan menang. Dengan bangkit jaya, Yesus telah mengalahkan duka akibat dosa dan maut. Roh Kudus adalah tanda penyertaan Tuhan bagi kita sampai akhir zaman.“Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau…”

Tuhan Yesus Kristus, berikanlah aku selalu sukacita akan kebangkitan-Mu agar aku berani memberitakan firman-Mu dan merintis Kerajaan-Mu di dalam diri sendiri dan masyarakatku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan