Mgr-G.-Kherubim-Pareira-SVD_01

“Salah satu cara yang “murah” sekaligus sangat efektif dalam memerangi perkembangan HIV/ AIDS yakni dengan menguatkan peran keluarga dan agama serta kampanye berkala mengenai bahaya HIV/AIDS,” tulis Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD dalam himbauan pastoralnya.

Uskup Maumere menulis hal itu dalam Himbauan Pastoral Uskup Maumere Tentang Pencegahan Penyakit TB-HIV/AIDS bernomor 16/PUSPAS-KUM/IV/2015 tertanggal 28 April 2015 yang ditujukan kepada para pastor paroki, pimpinan komunitas, biara dan kongregasi serta para pimpinan Seminari dan Rumah Formasi.

Himbauan uskup itu terkait hasil workshop kesehatan yang difasilitasi Perdhaki Indonesia yang dihadiri 25 peserta yang terdiri dari perwakilan Perdhaki Indonesia dari Jakarta, Perwakilan Dinkes Kabupaten Sikka, Kepala Puskesmas, utusan seksi kesehatan dari beberapa paroki, perwakilan biarawan-biarawati dan imam Keuskupan Maumere.

Workshop itu yang dilakukan tanggal 17 April 2015 di Aula Pertemuan Keuskupan Maumere itu mengupas dua situasi buruk di bidang kesehatan yang dialami umat Keuskupan Maumere saat ini yakni Tuberculosis (TB) dan HIV/AIDS.

Upaya untuk memberantas TB dan HIV/AIDS, lanjut Mgr Kherubim Pareira, sudah merupakan gerakan dunia. “Pemerintah berusaha tanpa hentinya untuk memberantasnya. Keterlibatan Gereja, dalam hal ini para tokoh agama, merupakan usaha sadar kita untuk memadukan peribadatan dan perjuangan kemanusiaan,” kata uskup.

Uskup Maumere menjelaskan, Gereja merayakan liturgi kehidupannya dalam keterlibatan dalam tindakan “agar lebih gencar memberikan bimbingan dan pendampingan bagi keluarga berkaitan dengan kedua penyakit itu.”

Oleh karena itu, Mgr Kherubim Pareira meminta para pastor paroki, pimpinan biara, pimpinan seminari, pimpinan rumah formasi serta para pelayan pastoral untuk sebaiknya memberikan himbauan dengan berbagai sarana atau cara seperti spanduk, pamflet, seruan dalam homili dan pertemuan rutin di Komunitas-Komunitas Basis Gerejawi (KBG), lingkungan-lingkungan, stasi dan paroki masing-masing.

Sinode Pertama Keuskupan Maumere, jelas Uskup Maumere, telah menemukan salah satu masalah pokok dalam bidang relasi sosial yakni melemahnya penanaman nilai dalam keluarga. Karenanya “pendidikan dalam keluarga menjadi salah satu tanggung jawab orangtua yang tak terhindarkan (conditio sine qua non).”

Selain itu, tegas uskup itu, pendidikan seks dalam keluarga, sebagaimana tujuan dari pendidikan untuk memfasilitasi peserta didik dengan pengetahuan yang benar, sangat penting. “Maka mestinya pendidikan seks dalam keluarga, sekolah dan lembaga lainnya tetap diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik.” (Yuven Fernandez)

 

Tinggalkan Pesan