Firman-Yesus-yang-menghakimi

PEKAN PASKAH IV (P)
Peringatan Wajib: Santa Katarina dari Siena; Santo Petrus dari Verona; Santo Hugo/Hugo Agung

Bacaan I: Kis. 12:24-13:5a

Mazmur: 67:2-3.5.6.8; R:4

Bacaan Injil: Yoh. 12:44-50

Sekali peristiwa Yesus berseru di hadapan orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya: ”Barang­siapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

Renungan

Seorang utusan biasanya tidak berbicara atas namanya sendiri, tetapi atas nama orang yang mengutusnya. Demikian juga Yesus, Ia datang ke dunia karena diutus Bapa-Nya. Yesus bersabda: ”Bukan dari diri-Ku sendiri Aku berkata-kata, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan” (Yoh. 12:49).

Barangsiapa percaya kepada Yesus, ia percaya kepada Bapa, dan barangsiapa melihat Yesus, ia melihat Bapa. Yesus datang sebagai utusan Bapa-Nya untuk membawa terang, supaya orang yang percaya kepada-Nya tidak hidup dalam kegelapan, melainkan memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal.

Barnabas dan Saulus pun juga dipilih Allah menjadi utusan untuk memberitakan firman Allah. Semoga kita sebagai pengikut Kristus juga selalu siap sedia diutus untuk mewartakan sabda-Nya, melalui hidup dan pekerjaan harian kita.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah terang dunia yang menghalau kegelapan. Semoga aku tetap setia mengikuti Engkau sehingga aku tetap mempunyai terang hidup. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan