breaking-bread-245123953_std

PEKAN PASKAH III (P)
Santo Adalbertus; Santo Georgius; Beata Helena dari Udin; Beata Maria Gabriella Saghedu; Beato Egidius dari Assisi

Bacaan I: Kis. 8:26-40

Mazmur: 66:8-9.16-17.20; R:1

Bacaan Injil: Yoh. 6:44-51

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada  orang banyak: ”Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Renungan

Waktu Filipus di Samaria malaikat Tuhan berkata kepadanya: ”Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menyusur jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza”. Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Kemudian ia membantu sida-sida dari Etiopia yang sedang berziarah ke Yerusalem. Filipus menjelaskan kitab Nabi Yesaya yang sedang dibaca sida-sida tersebut.Karena pewartaan Filipus sida-sida tersebut percaya dan minta dibaptis.

Mungkin kita pernah mengalami kesepian dalam hidup kita. Namun, kalau kita percaya kepada Tuhan, dalam kesepian pun kita selalu bisa membantu orang lain. Mungkin kita merasa hidup kita tidak berguna, tidak ada harapan, bahkan mungkin putus asa. Namun,  Tuhan tetap memperhatikan kita, menopang kita, dan menjadikan kita alat kasih-Nya untuk menolong sesama.

Yesus datang kepada kita untuk memberikan roti hidup, membangkitkan kita pada akhir zaman, dan memberikan kehidupan kekal. Ia datang untuk memberikan hidup kepada dunia. Bila kita telah menyantap Kristus roti kehidupan, maka kita juga harus membagi-bagikannya kepada orang-orang di sekitar kita, supaya mereka percaya, kemudian ikut mengalami sukacita, dan akhirnya diselamatkan.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah wafat untuk semua orang, supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri. Semoga aku selalu berusaha dan setia mewartakan harapan dan kehidupan kepada sesamaku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan