yohanes-pembaptis-mewartakan-pertobatan

PEKAN PASKAH II (P)
Santa Bernadetta Soubirous; Santo Paternus

Bacaan I: Kis. 5:27-33

Mazmur: 34:2.9.17-18.19-20; R: 7a

Bacaan Injil: Yoh. 3:31-36

Yohanes pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus di hadapan murid-muridnya: ”Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Renungan

Setelah menerima karunia Roh Kudus, para Rasul yang tadinya takut terhadap para pemimpin agama Yahudi akhirnya berani keluar untuk mewartakan Kristus yang bangkit sebagai Pemimpin dan Juru Selamat. Ketika sedang mengajar orang banyak, kepala pengawal Bait Allah dan orang-orangnya menghadapkan mereka ke mahkamah agama Yahudi. Dengan keras para pemimpin agama Yahudi melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Namun, para Rasul tidak takut, jawabnya: ”Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia” (Kis. 5:29).

Sebagaimana para Rasul bersaksi di hadapan orang-orang Yahudi, Yohanes Pembaptis pun bersaksi tentang Yesus di hadapan murid-muridnya. Dalam salah satu kesaksiannya Yohanes Pembaptis berkata: ”Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yoh. 3:36).

Kita semua adalah orang yang percaya kepada Yesus, Putra Allah. Karena kepercayaan ini kita tidak takut untuk bersaksi. Karena kepercayaan ini pula kita akan beroleh hidup yang kekal.

Syukur kepada-Mu ya Tuhan atas anugerah iman yang telah kumiliki. Semoga aku tetap setia kepada imanku dan tidak takut untuk bersaksi, supaya aku bisa beroleh hidup yang kekal. Amin.

 

Tinggalkan Pesan