666px-amico_aspertini_-_legend_of_sts_cecilia_and_valerian_scene_5_-_wga01024

PEKAN PASKAH II (P)
Santo Tiburtius, Valerianus dan Maximus

Bacaan I: Kis. 4:32-37

Mazmur: 93:1ab.1c-2.5; R:1a

Bacaan Injil: Yoh. 3:7-15

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata:  ”Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahir­kan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya: ”Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus: ”Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

Renungan

Sering kali kita mendengar pertanyaan mengapa Yesus harus disalibkan dan mati?Padahal katanya Dia adalah Tuhan.Tuhan kok mati. Dan mungkin banyak dari kita tidak mampu menjawab mengapa Yesus harus mati, dan bagaimana cara menjelaskannya. Betapa sulitnya kita memahami mengapa Allah harus melakukan penebusan dengan hadir dalam dunia ini.

Sabda hari ini, hendak mengulang pertanyaan-pertanyaan kita, bahkan Yesus menjawab dengan bertanya kembali kepada kita seperti dikatakan-Nya kepada Nikodemus: ”Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata tentang hal-hal duniawi. Bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?” Begitulah Yesus menjawab, yang menggambarkan bagaimana mungkin kita percaya hal-hal surgawi jika cara-cara yang duniawi saja kita tidak percaya.

Sering kali kita lebih banyak menuntut tanda ketimbang percaya.Padahal tanda-tanda duniawi sudah menampakkan kemuliaan Allah. Untuk itulah penebusan Allah melalui Yesus yang mau memberi tanda-tanda seperti apa yang dilakukan manusia biasa, akan menjadi tanda besar. Meskipun kehadiran Yesus dengan cara manusiawi malah menjadi pertentangan. Maka, untuk mengenal Allah dengan baik hanyalah melalui Yesus. Seperti yang ditegaskan Yesus sendiri bahwa ”tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga selain daripada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Ya Allah, melalui Yesus Putra-Mu, ajarlah aku untuk dapat percaya dan memahami-Mu dengan baik, karena aku hanyalah manusia biasa yang sering kali enggan mengerti bahkan sulit untuk mau memahami dan percaya. Amin.

 

Tinggalkan Pesan