4_13_martin 

PEKAN PASKAH II (P)
Santo Martinus I, Paus;  Santa Margaretha dari Metola

Bacaan I: Kis. 4:23-31

Mazmur: 2:1-3.4-6.7-9; R:12d

Bacaan Injil: Yoh. 3:1-8

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: ”Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yesus menjawab, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya: ”Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Renungan

Masih ingatkah kita saat malam Paskah lalu? Tentu saja kita masih ingat dengan segar karena peristiwa tersebut baru terjadi beberapa hari yang lalu. Pada saat malam Paskah biasanya dinyanyikan pujian Paskah (Exultet), ”Bersoraklah nyanyikan lagu gembira….dst”, lalu kita juga mendengar dan menyanyikan litani para kudus (jika ada baptisan baru), sungguh menyentuh hati dan dengan haru kita sendiri pun mengulang janji Baptis. Bukan hanya itu saja yang kita saksikan dan dengarkan, tetapi ada baptisan orang-orang dewasa, di mana mereka telah menjalani masa katekumenat selama hampir setahun dan menerima rahmat Sakramen Baptis pada malam Paskah. Mengapa bisa? Mengapa mereka mau dibaptis saat sudah besar, dan mengapa mereka memilih Kristus?Tentu saja ini juga menjadi pertanyaan bagi kita semua.

Selaras dengan sabda hari ini, yang mengisahkan tentang Nikodemus seorang pemimpin Yahudi yang melihat tanda-tanda yang dibuat Kristus yang tak seorang pun mampu mengadakan tanda seperti yang dibuat Yesus. Dan Yesus pun menegaskan kepada kita bahwa kita semua harus dilahirkan dan sebaiknya masih perlu dilahirkan kembali dengan rahmat mengenal Allah yang benar melalui Yesus Kristus, sebab hanya melalui-Nya—yang adalah jalan, kebenaran, dan hidup— kita memperoleh keselamatan. Tanpa Yesus dan belas kasih Allah maka kita akan sulit mencari dan mendapatkan kejelasan tentang keselamatan tersebut. Maka, kita pun sudah seharusnya dilahirkan terus-menerus dalam nama Yesus tanpa memandang umur. Siapa pun, usia berapa pun, dan dalam keadaan apa pun, setiap orang dapat menerima Allah kapan pun juga. Sebab Roh Allah akan pergi ke mana pun ia mau untuk menyelamatkan domba-domba-Nya. Janganlah kamu heran. Allah bertindak maka semuanya terjadi.

Allah yang mahakudus, curahkanlah ke dalam hidupku sumber air keselamatan-Mu, agar aku mau diperbarui setiap saat, dimana pun aku berada dan kapan pun juga. Amin.

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan