12-April-Sesawi-R-640x640

PEKAN PASKAH II (P)

Minggu Kerahiman Illahi

Santo Yulius I, Paus; Santo Sabas dari Goth

Bacaan I: Kis. 4:32-35

Mazmur: 118:2-4.16ab-18.22-24;R:1

Bacaan II: 1Yoh. 5:1-6

Bacaan Injil: Yoh. 20:19-31

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut idimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. ” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku !” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.  Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya,  bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Renungan

Hari ini Yesus menampakkan diri kepda semua murid-Nya, kecuali Tomas yang pada saat itu tidak ada di tempat. Perasan haru, sukacita dan penuh kedamaian tentu saja meliputi para murid  karena Yesus sungguh bangkit dan mereka sendiri menjadi saksi-Nya. Mereka berseru dengan lantang: “Kami telah melihat Tuhan yang bangkit!” (bdk. Yoh. 20:25).  Hanya Tomas yang tidak percaya karena belum melihat dengan  mata kepala sendiri bahwa Yesus sungguh bangkit. Namun, sikap itu bukanlah masalah bagi Yesus. Yesus tahu bahwa kodrat manusia memerlukan suatu tanda yang nyata. Maka Yesus pun menggunakan cara-cara manusiawi untuk menunjukkan bukti bahwa diri-Nya sungguh bangkit. Ia berkata kepada Tomas: “Tarulah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah (Yoh. 20:27). Tomas pun akhirnya percaya setelah melihat dengan mata kepala sendiri.

Masih banyak orang, mungkin juga termasuk kita sendiri, yang masih bersikap seperti Tomas, yang membutuhkan bukti nyata baru percaya. Kepada orang-orang seperti itu, apakah Yesus perlu memperlihatkan luka-luka-Nya lagi untuk kedua kalinya? Kiranya Yesus membutuhkan kita untuk memberikan kesaksian tentang Dia. Hidup kita menjadi bukti nyata kehadiran Yesus di dunia ini. Apakah kita sudah menjadi tanda yang memberi kesaksian tentang Yesus yang bangkit mulia?

Yesus, utuslah Roh-Mu agar aku sanggup menjadi tanda kehadiran-Mu di dunia. Amin

 

 

Tinggalkan Pesan