Pastoral Keluarga

Pelayanan pastoral keluarga harus menjadi bagian utama dan harus menjadi perhatian para imam karena perubahan sosial telah mendorong dan membuat keluarga Katolik heran dan bingung sendiri bagaimana harus bersikap secara benar sesuai dengan iman Kristiani, bahkan tidak jarang membuat keretakan dan kehancuran dalam keluarga.

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang menyampaikan permintaan itu kepada para imam yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Kupang dalam Misa Pontifikal untuk perayaan syukur para imam, pembaharuan janji imamat, dan pemberkatan minyak krisma, minyak katekumen, dan minyak pengurapan orang sakit, di Katedral Kristus Raja Kupang, 31 Maret 2015.

Kenyataan itu, menurut Mgr Turang, melanda keluarga tidak saja di perkotaan namun juga di pedesaan sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian mengglobal dan terus merambah seluruh sisi kehidupan umat.

Dalam Misa yang juga dihadiri sejumlah biarawan-biarawati dan umat itu, Mgr Turang juga meminta agar para imam bersama dewan pastoral paroki, hidup bhakti dan seluruh umat menemukan cara dan pola pelayanan pastoral yang sesuai dan efektif.

Tujuannya, lanjut uskup agung itu, agar dapat “memajukan nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana yang diteladankan oleh keluarga kudus di Nazareth, membangkitkan kembali kegembiraan keluarga Kristiani, menghayati panggilan tata dunia supaya kehidupan keluarga menjadi berkat bagi perkembangan dunia dan umat seutuhnya.”

Dengan demikian, Mgr Turang yakin, “tidak saja ada kedaulatan pangan di masyarakat, tetapi ada pula kedaulatan pelayanan imam di kalangan umat Allah.”

Mgr Petrus Turang juga meminta para imam dan kaum hidup bhakti untuk tidak melupakan nilai-nilai keluarga sebagai sumber utama hidup bhakti. “Banyak yang lupa pulang mengunjungi keluarga di kampung. Kita harus menjadi orang yang penuh syukur pada kesederhaan yang diberikan Tuhan pada keluarga di kampung. Anehnya banyak pula suster yang enggan jika diminta bertugas di pedesaan,” uskup itu berseloroh.

Misa ditutup dengan pembacaan doa khusus dari umat agar para imam senantiasa teguh, sabar, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada umat Allah. (Thomas  A  Sogen)

 

Tinggalkan Pesan