Santo-Doroteus-dari-Gaza-Pengaku-Iman

PEKAN PRAPASKAH IV (U)

Santo Doroteos dari Gaza

Bacaan I: Yeh. 37:21-28

Mazmur: Yer. 31:10.11-12b.13; R:10d

Bacaan Injil: Yoh. 11:45-56

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Renungan

Tindakan Allah mengumpulkan dan menuntun bangsa Israel ke tanah terjanji adalah peristiwa besar yang membuat banyak orang Yahudi percaya kepada Allah sampai hari ini. Banyak berkat juga diberikan kepada kita setiap hari, dan tidak mampu kita menghitungnya. Jika kita percaya bahwa Allah telah membuat perjanjian kekal dengan kita yang mengimani Dia, maka kita akan mengalami lebih banyak kebaikan dan bahkan mujizat Allah.

Kalau kita meminta sesuatu kepada Allah dalam doa, kita bukan hanya mengucapkan kata-kata kosong atau formalitas, tetapi meminta dengan kesungguhan dan kepercayaan yang penuh. Pengorbanan Yesus dengan hadir  di dunia ini adalah bukti yang tak tertandingi bahwa Ia sungguh-sungguh mau menyelamatkan kita, bahkan membebaskan kita dari maut karena dosa-dosa kita. Allah akan selalu bersama-sama dengan  kita memberikan pengertian untuk hidup yang lebih bijaksana, yang membawa kita makin dekat dengan Dia. Jauhnya kita dengan Yesus akan membuat kita bertindak serampangan seperti orang Yahudi yang akhirnya menyingkirkan Yesus.

Ya Yesus, aku mau menyadari kehadiran-Mu dalam hidupku. Aku ingin mendapatkan berkat dari kemurahan-Mu melalui apa saja Engkau perbuat dalam hidupku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan