Paus tiba untuk audiensi dengan para anggota UCIIM

“Mengajar adalah sebuah karya yang indah,” dan “sangat jelek kalau para guru dibayar kurang,” kata Paus Fransiskus dalam sambutan audiensi dengan para anggota Persekutuan Para Guru, Direktur, Pendidik dan Pelatih Sekolah Katolik Italia di Aula Paulus VI Vatikan.

Paus asal Argentina itu merefleksikan bagaimana, di negaranya, para guru harus banyak bekerja lembur agar bisa bertahan hidup sebentar, dan bagaimana dedikasi tertentu untuk menjadi guru efektif diperlukan. Deborah Castellano Lubov dari Zenit.org melaporkan peristiwa itu dari Kota Vatikan pada tanggal 16 Maret 2015, atau sehari setelah peristiwa itu.

“Mengajar  itu indah,” tegas Paus, karena “kalian bisa melihat, hari demi hari, pertumbuhan orang-orang yang dipercayakan menjadi perhatian kalian.” “Ini juga sebuah tanggung jawab besar!” seru Paus.

Para guru tidak hanya menghabiskan waktu kerja di sekolah, mereka juga harus perlu waktu persiapan, “seraya mengingat setiap siswa mereka dan bagaimana membantu setiap siswa untuk maju,” kata Paus.

“Benar begitu?” tanya Paus, seraya menambahkan bahwa pembayaran sedikit, “itu sebuah ketidakadilan.”

Mengenang kenangan-kenangan indah di hari-hari bersama para siswa di ruang kelas, Paus mengatakan, “Memang, tugas guru yang baik – apalagi guru Katolik – adalah mengasihi para siswa, yang lebih sulit, yang lebih lemah dan yang kurang mampu, dengan intensitas lebih besar.”

“Yesus akan berkata, ‘Jika kalian hanya mengasihi para pelajar yang sudah berpendidikan bagus, berkat apa yang kalian miliki?’” kata Paus seraya menambahkan, jika ada siswa yang membuat para guru kehilangan kesabaran, “kita malahan harus mengasihi mereka!”

Paus bahkan meminta para guru untuk lebih mencintai para siswa yang ‘sulit’, yakni “yang tidak ingin belajar, yang berada dalam keadaan sulit, yang cacat, yang asing, yang sekarang menjadi tantangan besar bagi sekolah,” desak Paus.

Paus Fransiskus mengingatkan, segala sesuatu tidak dapat diperkecil dengan sekedar memindahkan pengetahuan teknis, tetapi harus lebih luas cakupannya, seperti membuat setiap siswa “merasa diterima dengan baik dan dicintai siapa pun dirinya, dengan segala keterbatasan dan potensi mereka.”

Untuk tujuan ini, kata Paus, “Tugas kalian kini lebih penting. Dan yang mesti kalian ajarkan bukan hanya isi mata pelajaran, tetapi juga nilai-nilai kehidupan dan kebiasaan hidup.”

Paus Fransiskus mengakhiri sambutannya dengan mempercayakan para anggota persekutuan itu kepada perlindungan Maria dan memberikan Berkat Apostolik.(pcp berdasarkan Zenit.org)

Paus saat audiensi dengan para anggota UCIIM

Tinggalkan Pesan