Pastor Ari

Kita melakukan yang dikehendaki Yesus Kristus sendiri yakni menjunjung tinggi martabat hidup manusia, meskipun yang kita layani memiliki keterbatasan fisik dan mental, kata Ketua Pengurus Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS) Keuskupan Agung Semarang (KAS) Pastor Alexius Dwi Aryanto Pr.

Imam yang biasa disapa Pastor Ari itu berbicara dalam Perayaan Ekaristi Ulang Tahun ke-30 Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih di Semarang, 11 Maret 2015. Perayaan Ekaristi itu dihadiri segenap donatur, pengurus YSS dan karyawan PACG.

Pastor Ari menegaskan bahwa Tuhan menciptakan anak-anak dengan keterbatasan fisik dan mental itu, maka, “di sana kita dapat menemukan kehadiran Allah, melayani Tuhan sendiri, ketika kita dengan penuh kasih melayani mereka.”

PACG adalah salah satu unit pelayanan YSS KAS. Panti itu menampung anak-anak yang memiliki cacat ganda baik mental maupun fisik, yang menurut Pastor Ari, “dianugerahi secara rohani melalui keistimewaan bukan keterbatasan,” dan disebutnya sebagai anak-anak luar biasa.

“Ketika kita melayani mereka, kita disadarkan bahwa Allah hadir dalam diri mereka. Ketika kita melayani mereka, kita diajak untuk bersyukur,” kata imam itu karena yakin bahwa anak-anak itu tetap dicintai Tuhan. “Mereka adalah citra Allah sendiri dan mereka menghadirkan kasih pula kepada kita.”

Memasuki usianya ke-30, Pastor Ari berharap agar pelayanan PACG terus dikembangkan dengan dilandasi semangat kasih dan pelayanan untuk semakin menjunjung tinggi martabat hidup manusia.

“Kemanusiaan itulah yang menjadi utama dalam pelayanan Yayasan Sosial Soegijapranata dengan panti-pantinya,” kata imam itu seraya mengutip ungkapan pelindung yayasan itu, Mgr Albertus Soegijapranata, bahwa kemanusiaan itu satu, meskipun berbeda ras, suku, agama, adat istiadat, mereka adalah keluarga besar, keluarga besar sebagai citra Allah sendiri.

“Kita memberikan pelayanan yang semakin manusiawi kepada orang-orang dalam keterbatasan dan  dalam keistimewaan seperti itu,” ungkap Pastor Ari.

Direktur pelaksana YSS Bruder Konradus Samsari CSA bersyukur atas keterlibatan banyak pihak yang peduli dan rela berbagi untuk lebih mengembangkan karya pelayanan kasih kepada para anak cacat ganda. Menurutnya, saat ini sebanyak 31 anak tinggal di PACG, didampingi 16 pengasuh dan 9 staf lain untuk urusan administrasi, masak dan kebersihan.

Kusmartono dari Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Jawa Tengah mengaku bahwa peran pemerintah terbatas dalam menangani permasalahan sosial, maka kehadiran YSS dengan PACG Bhakti Asih sangat membantu pemerintah. “Masalah sosial semakin hari tidak semakin berkurang, tetapi semakin banyak baik dalam jumlah kuantitas maupun kualitasnya,” katanya.

Hari itu, Pimpinan Unit PACG Bhakti Asih Veni Rahayu juga merayakan  25 tahun berkarya di YSS. Dia juga berterima kasih kepada para donatur yang memberikan kemurahan hati di panti itu. (Lukas Awi Tristanto)

30 Tahun Bhakti Asih

 

 

Tinggalkan Pesan