Paus Fransiskus bersama Master Dominikan Pastor Bruno Cadore (tengah) dan Pastor Vivian Bomand (kiri( di Santa Sabina

Tahun Yubileum Luar Biasa untuk Belas Kasih yang diumumkan Paus Fransiskus memberikan kesempatan ganda kepada para anggota Santo Dominikus atau Dominikan (OP) di seluruh dunia untuk menjadikan tahun 2016 sebagai tahun yang sangat istimewa.

Wakil Master Ordo Dominikan Pastor Vivian Boland OP mengatakan dalam wawancara dengan Radio Vatikan, bahwa para anggota Ordo itu sedang mempersiapkan perayaan 800 tahun berdirinya Ordo Dominikan dan pengumuman Paus Fransiskus itu sungguh membuat mereka terkejut.

“Yang membuat kami kaget di sini adalah bahwa Tahun Suci Luar Biasa ini akan berlangsung hampir persis bersamaan dengan Tahun Yubileum Ordo Dominikan,” kata Pastor Boland, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Radio Vatikan tanggal 17 Maret 2015.

“Kami sedang mempersiapkan diri untuk merayakan 800 tahun sejak pengesahan Ordo di tahun 1216 oleh Paus Honorius III, maka ini akan menambah dimensi ekstra yang mengagumkan untuk perayaan Yubileum kami sendiri di tahun depan,” lanjut imam itu.

Pastor Boland mengatakan, pengumuman itu mengingatkan dia awal pelayanan Santo Yohanes Paulus II sebagai Paus dan mengingatkan Ensiklik pertamanya, “Dives di Misericordia” yang, menurut imam itu, semacam ensiklik kapal laksamana yang dengan benderanya yang mengumumkan kedatangan Paus itu, awal pelayanannya dalam Gereja. Menurut Pastor Boland, Paus Fransiskus mengangkat kembali tema itu.

Pewartaan dari Ordo Dominikan, jelas Pastor Boland, selalu peduli dengan belas kasihan yang selalu menjadi bagian dari spiritualitas dan teologi Dominikan.

Santo Dominikus dan teman-temannya pertamanya, kata imam itu, mengabdikan diri untuk mewartakan dan mendengar pengakuan dosa, dua pelayanan yang mereka lakukan di awal, yang akhirnya bertujuan untuk menanamkan belas kasih Allah dalam kehidupan umat.

Imam itu mengingat kembali kata-kata Santo Thomas Aquinas tentang belas kasihan dan keadilan ketika mengatakan bahwa “dunia yang akan menjadi benar-benar adil akan menjadi dunia yang kejam, dunia yang tidak dapat berkelanjutan, hubungan manusia tidak bisa bertahan lama, umat tidak bisa betah jika tidak ada juga belas kasih: di sana harus ada ruang untuk belas kasih, untuk kasih sayang. Dunia yang benar-benar adil akan menjadi dunia yang kejam sehingga di sana harus ada belas kasih,  kasih sayang dan pengampunan.”

Maka, lanjut Pastor Boland, “merayakan belas kasih kita tidak sekedar merayakan karakteristik moral atau cara berperilaku, tetapi merayakan sesuatu yang merupakan dasar eksistensi kita karena penciptaan dunia itu sendiri berasal dari belas kasih Allah.”

Masih merujuk Santo Thomas, Pastor Boland mengatakan bahwa akar setiap tindakan ilahi ada dalam belas kasih.

Pastor Boland juga mengedepankan konsep belas kasih di dunia saat ini dan mengatakan, kalau melihat situasi sekeliling saat ini, Anda bisa mengatakan bahwa “yang lebih dibutuhkan dunia saat ini adalah merasakan belas kasih Allah, merasakan kasih sayang, saling pengertian, pengakuan umat manusia sederhana yang kita semua jalani bersama. Dan apa pun perbedaan di antara manusia, dan perjuangan merebut kekuasaan dan sebagainya terus berlangsung, pada akhirnya setiap orang ingin merasakan belas kasih.”

“Jika ingin mengalami apa artinya menjadi umat manusia, itu hanya mungkin dalam hal kasih sayang, belas kasih, pengampunan,” kata imam itu.(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Foto di atas menunjukkan Paus Fransiskus bersama Master Dominikan Pastor Bruno Cadore (tengah) dan Pastor Vivian Bomand (kiri( di Santa Sabina

Tinggalkan Pesan