Paus menyalami para anggota asosiasi Seguimi

Paus Fransiskus  bertemu anggota-anggota asosiasi awam Seguimi (Ikutilah Aku) yang berbasis di Roma dalam rangka ulang tahun ke-50 asosiasi itu. Dalam pesannya, Paus berbicara tentang pentingnya panggilan awam dalam Gereja.

Dalam laporan Laura Ieraci dari Radio Vatikan dikatakan bahwa Paus memanggil awam untuk merasuki keluarga, pekerjaan dan lingkungan sosial dengan nilai-nilai Kristiani melalui kesaksian dan perkataan mereka dan dengan menemui orang-orang yang berada dalam situasi konkrit  kehidupan mereka, agar mereka bisa hidup dalam “martabat yang penuh” dan “terjangkau oleh keselamatan Kristus.”

“Yesus adalah kepenuhan untuk setiap pribadi umat manusia, dengan mengungkapkan misteri dari Bapa dan dari kasih-Nya,” kata Paus dalam pertemuan di Sala Clementina, Vatikan, 14 Maret 2015.

Sebagai awam, lanjut Paus, “kalian dicelupkan dalam dunia dan berkomitmen untuk melayani kebaikan manusia dalam realitas duniawi.” Selanjutnya Paus mendorong mereka untuk menjadi “umat awam di garis depan, untuk merasa menjadi bagian dari misi Gereja” dan “untuk menjalani sekularitas mereka yang didedikasikan untuk realitas” dunia.

Dengan cara itu, kata Paus, mereka bisa “memberi sumbangan, bagaikan ragi, dan menempatkan semangat Injil dalam luka-luka sejarah dengan kesaksian iman, pengharapan dan kasih.”

Menurut catatan Paus, asosiasi itu didirikan pada Konsili Vatikan II, maka anggota-anggotanya didorong untuk terus menjalani hidup yang terpusat pada kristus. “Banyak kali, bahkan dalam Gereja, kita meyakini diri sebagai umat Kristiani yang baik karena melakukan karya amal kasih dan sosial yang terorganisir baik,” kata Paus. Itu baik. Tapi Paus minta mereka agar selalu ingat bahwa sumber hidup yang merubah hati adalah Roh Kudus, Roh Kristus. “Biarkan Tuhan menduduki pusat hati kalian dan karya kalian.”

Paus juga mengatakan kepada asosiasi, yang terdiri dari awam yang menikah, yang hidup sendiri dan yang menjalani hidup bakti, untuk melestarikan dan mengembangkan persekutuan persaudaraan dan pertukaran talenta guna pertumbuhan umat manusia dan umat Kristiani secara keseluruhan. “Kaum selibat dan umat yang menikah, sesuai keadaan hidupnya, hendaknya bertemu dan berbagi pengalaman yang memperkaya,” kata Paus.

Paus mengingatkan awam yang menjalani hidup bakti, bahwa nasihat-nasihat injili dalam konteks umum sekularisme menuntut kesetiaan kepada kasih Bapa, kepada Kristus dan Injil-Nya, dan kepada tindakan Roh Kudus, yang adalah kasih dan kebebasan, juga kesetiaan terhadap panggilan setiap orang dalam komunitas.

Bila mana diperlukan, Paus juga mendorong mereka untuk menjadi countercultural atau melawan norma yang berlaku. “Waspada dalam perjalanan rohani kalian dan hendaknya selalu saling membantu dalam melaksanakan amal kasih bersama, yang berarti menolak egoisme guna menjadi saksi-saksi Injil yang sejati,” kata Paus. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan