Luisa de Marillac

MINGGU LAETARE – PEKAN PRAPASKAH IV (U)

Santa Lousia de Marrillac; Santo Klemen Maria Hofbauer

Bacaan I: 2Taw. 36:14-15.19-23

Mazmur: 137:1-2.4-5; R:6ª

Bacaan II: Ef. 2:4-10

Bacaan Injil: Yoh. 3:14-21

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada Nikodemus yang datang kepada-Nya pada waktu malam: “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak  Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang , sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Renungan

Dalam bacaan hari ini, ternyata Tuhan bisa cemburu karena umat yang tidak setia. Kita sering kali tidaksetia dengan mencampurkan banyak keyakinan ke dalam hidup kita. memang kita tidakm bisa lepas dari budaya, tetapi kita harus tahu bahwa iman dan budaya tidak sama. Mencampurkan kpercayaan membuat keyakinan kita akan Allah  berkurang dan bahkan bisa rusak. Yesus sudah memberikan segalanya untuk kita, keselamatan cuma-cuma dan tanpa batas, sampai kematian pun dikalakan-Nya. Inilah bukti kuasa Allah yang memberi kita karunia yang bukan berasal dari usaha kita.

Kalimat ini sangat indah, “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef. 2:10). Betapa indahnya menemukan kembali sukacita karena percaya kita diciptakan Allah untuk maksud kebaikan. Jadikanlah kebenaran Tuhan sebagai kenyataan, melalui perilaku dan sikap kita sehari-hari. Kalau kita melakukan kebaikan tanpa keluhan dan dengan sukacita, banyak orang akan melihat bahwa berbuat baik itu tidak sulit dan membawa kebahagiaan. Hidup kekal yang dijanjikan Tuhan serasa seperti sudah kita alami selama di dunia ini, karena kita berpegang pada janji Yesus yang membawa keselamatan itu.

Ya Yesus, hari ini aku mau bekerja buat kebaikan orang-orang di sekitarku, supaya lebih banyak orang memuliakan nama-Mu dan percaya,  bahwa Engkau satu-satunya Penyelamat kami. Amin.

Tinggalkan Pesan