PEKAN PRAPASKAH III (U)
Santa Eufrasia;  Beato Ludovikus dr Casoria

Bacaan I: Hos. 14:2-10 

Mazmur: 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17; R:11.9a

Bacaan Injil: Mrk. 12:28b-34

Sekali peristiwa seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: ”Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: ”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ”Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: ”Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan

Apakah Anda masih mengalami ketakutan dan kekhawatiran dalam menerima Sakramen Tobat? Apakah Anda merasa malu mengaku di hadapan imam tentang dosa yang telah Anda perbuat? Kalau demikian, berarti kita tidak percaya kebaikan Allah dan peraturan Gereja. Gereja mau menampilkan wajah maharahim Allah melalui pelayanan tobat. Dengan pertobatan kita bisa menyingkirkan diri dari perilaku dan kebiasaan jahat kita. Kesadaran dapat dibangun melalui ingatan atas dosa-dosa di masa lalu. Jika tidak kita lakukan, kita seperti tunduk pada kemauan dan ketakutan diri kita sendiri.

Ketika kita merasa ragu dan takut, ingatlah bahwa cinta kasih Allah sudah lebih dahulu melindungi kita. Untuk menjaga iman itu, kita perlu semakin mencintai Allah dengan segenap hati dan akal budi. Untuk meyakinkan diri bahwa kita melakukan hal yang baik dan bukan dosa yang merusak, kita perlu mengingat hukum emas yang disampaikan Yesus kepada kita ini: mencintai Allah dengan sepenuh hati dan mencintai sesama seperti kepada diri sendiri. Apakah ada yang lebih baik dari kedua hukum pokok itu? Tidak ada.

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah mengajarkan hukum emas kepadaku untuk mencintai Allah dan sesama. Semoga aku mengisi masa tobat ini dengan belajar bersikap adil kepada-Mu dan sesama setiap hari. Amin.

 

Tinggalkan Pesan