The Voice of Faith storytelly event

Dalam sambutannya setelah Angelus Minggu, 8 Maret 2015, Paus Fransiskus secara khusus menyalami “semua perempuan di seluruh dunia yang setiap hari berupaya membangun masyarakat yang lebih manusiawi dan ramah.” Paus Fransiskus lalu mengucapkan terima kasih persaudaraan “bagi semua perempuan yang dengan ribuan cara memberi kesaksian tentang Injil dan berkarya dalam Gereja.”

Tanggal 8 Maret dirayakan di seluruh dunia sebagai Hari Perempuan se-Dunia. Hari itu, kata Paus, adalah kesempatan “untuk mengulangi pentingnya perempuan, dan perlunya kehadiran mereka dalam kehidupan.”

Paus Fransiskus mengatakan, “Dunia di mana perempuan dipinggirkan adalah dunia steril (tidak bisa memproduksi anak), karena perempuan bukan hanya melahirkan, tetapi mewariskan kepada kita kemampuan melihat, jika tidak mereka akan melihat sesuatu secara berbeda. Mereka mewariskan kepada kita kemampuan memahami dunia dengan mata berbeda, untuk memahami dengan hati yang lebih kreatif, lebih sabar, lebih lembut.”

Paus kemudian berdoa dan secara khusus memberkati semua perempuan yang hadir di Lapangan Santo Petrus, dan untuk semua perempuan.

Di hari yang sama, acara tahunan kedua storytelling dari The Voices of Faith (suara-suara iman) berlangsung di Vatikan, saat perempuan dari sepuluh negara dan empat benua berkumpul di Casina Pio IV untuk merayakan Hari Perempuan se-Dunia. Storytelling adalah menceritakan sesuatu dengan cara yang enak dibaca.

Prakarsa itu dimulai tahun lalu oleh dermawan Katolik, Chantal Goetz, “guna meningkatkan martabat, partisipasi dan kepemimpinan perempuan dan anak perempuan melalui storytelling yang bagus.”

The Voices of Faith didukung bersama oleh Yayasan Fidel Goetz dan Caritas Internationalis. Dua proyek yang menyoroti perempuan dalam peran kepemimpinan dan yang karya-karyanya menguntungkan perempuan dan komunitas-komunitas mereka dipilih untuk menerima Hadiah “Women: Sowers of Development” (perempuan: penebar pembangunan) yang dianugerahkan pada peristiwa hari itu.

Petugas kebijakan dan advokasi Caritas Internationalis, Martina Liebsch, mengatakan dari dua hadiah senilai 10.000 Euro, satu akan diberikan kepada Caritas Nikaragua untuk programnya yang membantu perempuan mendirikan kebun sayur yang memungkinkan mereka memberi makan keluarga mereka dan juga menjual produk mereka ke komunitas lokal.

Yang satu akan diberikan kepada Reem Alhaswani, pengungsi Suria yang tinggal di Libanon, untuk proyek independen bernama “Basmeh and Zeitooneh” (senyum dan pohon zaitun) yang dia bantu pendiriannya. Proyek itu memberikan harapan kepada banyak perempuan putus asa yang mengungsi dari Palestina dan Suria. (pcp berdasarkan sumber Radio Vatikan)

 

Foto melukiskan salah satu program yang mendapat hadiah Women: Sowers of Development

Tinggalkan Pesan