Santo Yohanes de Deo

PEKAN PRAPASKAH III (U)

Santo Yohanes de Deo; Santo Yulianus dari Toledo; Santo Folemon dan Apolonios; Santo Petrus Obazin

Bacaan I: Kel. 20:1-17

Mazmur: 19:8.9.10.11; R: Yoh. 6:68c

Bacaan II: 1Kor: 1:22-25

Bacaan Injil: Yoh. 2:13-25

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Renungan

Sepuluh perintah Allah (dalam bacaan pertama) menuntun kita untuk bersikap baik kepada Tuhan dan sesama dalam hidup ini. Bersikap baik berarti juga membela kebenaran yang disukai Allah. Untuk membela kebenaran, kadang kita harus berjuang dengan tegas, berani, terbuka dan  mau mengambil resiko. Kita membela kebenaran supaya setiap orang semakin percaya bahwa Allah masih meraja. Hal ini diperlihatkan Yesus kepada kita hari ini. Demi cinta-Nya akan rumah Tuhan dan memuliakan kekudusan Bait Allah, Yesus bertindak sangat keras hingga Ia dimusuhi banyak orang,  bahkan diancam untuk dibunuh.  Yesus tidak pernah takut dalam berbuat suatu kebaikan.

Semangat Yesus ini hendaknya juga menjadi semangat kita, untuk berani berbuat baik tanpa takut dibenci orang, berani memperjuangkan keadilan dan kebenaran walau harus banyak berkorban, berani melawan arus yang tidak sehat dan segala kecenderungan dosa walau harus kehilangan harta, jabatan dan teman, dst. Situasi sosial kita yang tidak adil, lingkungan tempat kita tinggal yang tidak jujur dan tidak bermoral, justru menjadi medan perutusan kita untuk menjadi saksi Kristus yang rela berkorban nyawa demi tegaknya keadilan dan kebenaran di muka bumi ini. Apakah Anda sudah siap menjadi saksi-Nya?

Ya Allah, berilah aku keberanian untuk melakuklan perbuatan-perbuatan baik yang berkenan di hati-Mu dan menjadi saksi-Mu yang teguh dan tegas. Amin.

Gambar di atas: Santo Yohanes de Deo

 

Tinggalkan Pesan