Pilgrims carry a statue of Our Lady to communities along the Amazon river - REUTERS

“Gereja di Amerika Latin sangat, sangat prihatin dengan kehancuran Amazon,” kata Pastor Peter Hughes SSC, sekretaris eksekutif Departemen Keadilan dan Solidaritas dari Konferensi Waligereja Amerika Latin (CELAM) yang berbasis di Bogotá, Kolombia, yang telah bekerja di Peru sejak tahun 1966.

Menurut catatan dari Misionaris Columban itu, seperti dilaporkan oleh Emer McCarthy dari Radio Vatikan, serikatnya sudah lama berkarya di berbagai bagian berbeda dari Amazon. “Tapi karena perkembangan modern dan khususnya jumlah besar konsesi yang diberikan negara-negara untuk perusahaan-perusahaan tambang besar di dunia, dan karena kami bekerja dengan dengan masyarakat Amazon, dari tingkat kerusakan dan pemusnahan, kami menjadi saksi langsung tingkat-tingkat kehancuran.”

Imam itu lalu menceritakan dampak kehancuran yang terjadi pada sungai, pada kehidupan binatang, pada kehidupan burung dan khususnya pada manusia, yang merupakan penduduk pertama sejak permulaan jaman di daerah itu.

“Kehidupan mereka sedang dihancurkan, tanah mereka sedang diambil, budaya mereka sedang diinjak-injak. Mereka dipenuhi dampak buruk operasi pertambangan yang tidak teratur. Tingkat penyakit, khususnya kanker, yang disebabkan oleh jumlah arsenik merkuri akibat pertambangan yang masuk ke dalam darah orang-orang. Tingkat kanker yang diakibatkannya benar-benar mengejutkan.”

Inilah sebabnya, menurut misionaris Columban dari Irlandia itu, Jaringan Gerejani Pan-Amazon bermaksud untuk mengembangkan ekonomi daerah itu seraya mengelola sumber daya alam Amazon dengan cara yang menghormati martabat manusia dan menargetkan kepentingan umum.

Tujuan itu menggaungkan apa yang Paus Fransiskus katakan kepada masyarakat adat yang ditemui di Rio de Janeiro ketika mengadakan kunjungan pastoral 2013 ke Brasil, untuk perayaan Hari Kaum Muda se-Dunia.

Bapa Suci mengatakan, “Gereja bukan seperti di Amazon, laksana orang dengan tas-tas mereka yang sudah dikemas bersiap pergi setelah mengeksploitasinya. Gereja sudah berada di sana sejak awal bersama dengan kaum misionaris, kongregasi-kongregasi religius, para imam, awam dan uskup-uskup, dan kehadiran Gereja sangat menentukan untuk daerah itu.”

Melihat tantangan ini, Jaringan Gerejani Pan-Amazon mengeluarkan pernyataan misi seperti tertulis dalam Dokumen Aparecida No. 475: “Menciptakan dalam diri orang-orang Amerika kesadaran akan pentingnya Hutan Amazon bagi seluruh umat manusia. Menciptakan dalam semua Gereja-Gereja lokal di Lembah Amazon sebuah pendekatan pastoral terpadu dengan prioritas khusus untuk meningkatkan model pembangunan yang memberi hak istimewa kepada kaum miskin dan mengabdi untuk kepentingan umum.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan).

Foto dari Reuters di atas menunjukkan para peziarah sedang membawa patung Bunda Maria kepada semua umat di sepanjang Sungai Amazon

Tinggalkan Pesan