Santo Sirilus dan Metodius

PEKAN BIASA V (H)

PW Santo Syrilus dan Metodius; Santo Maro

Bacaan I: Kej. 3:9-24

Mazmur: 90:2.3-4.5-6.12-13; R:1

Bacaan Injil: Mrk. 8:1-10

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan  kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

Renungan

Pak Fikri dan keluarga hidup sangat berkekurangan. Selain tak punya pekerjaan, hidup mereka hanya bergantung dari mengais di tempat sampah yang bertumpuk di samping pondoknya. Dua anaknya tidak bisa mendapat pendidikan. Namun, nasib kedua anaknya berubah ketika suatu saat ada seseorang yang terketuk hatinya untuk membantu pendidikan mereka. Ia membiayai pendidikan keduanya sejak SD hingga selesai di Perguruan Tinggi dan pada akhirnya mendapatkan pekerjaan baik.

Susah payahnya kehidupan menimpa Adam dan Hawa ketika mereka melawan hukum Allah dan disingkirkan dari Firdaus. Dosa mendatangkan berbagai kesusahan yang harus mereka pikul hingga mewariskan cacat dosa pusaka kepada keturunan umat manusia. Namun, Allah, memulihkan keadaan ini  ketika Yesus mewartakan kebaikan Allah dan menunjukkan sikap belas kasih kepada orang banyak seperti diceritakan dalam Injil hari ini. Yesus memberi makan 4000 orang. Ini adalah tanda bahwa Allah tetap memelihara dan menyelamatkan umat manusia melalui karya Yesus Kristus, Putra-Nya.

Hari ini kita juga merayakan Hari Valentine – Hari Kasih Sayang. Terinspirasi oleh Injil hari ini, mari kita memaknai Hari Valentine dengan berbagi kasih kepada orang yang miskin, lapar, dan terpinggirkan, yang sakit, dan yang membutuhkan perhatian dan uluran kasih kita.

Tuhan, penuhilah hatiku dengan semangat belas kasih untuk membantu sesama agar kehadiran Kerajaan kasih-Mu nyata bagi siapa saja yang membutuhkan. Amin.

 

 

 

Tinggalkan Pesan