Paus hadiri sesi pembukaan Konsistori Luar Biasa untuk mencioptakan kardinal-kardinal baru tanggal 12 Februari 2015

Paus Fransiskus mengatakan bahwa tujuan akhir reformasi Kuria Romawi adalah untuk menyelaraskan kerja di kalangan kantor-kantor Vatikan, untuk mencapai kolaborasi yang lebih efektif dan untuk meningkatkan kolegialitas.

Bapa Suci berbicara di hari Kamis pagi tanggal 12 Februari 2015 dalam Kolese Kardinal pada sesi pembukaan Konsistori Luar Biasa yang dilaksanakan menjelang Konsistori Umum Biasa untuk menciptakan Kardinal-Kardinal baru di hari Sabtu, 14 Februari 2015, demikian laporan Radio Vatikan di hari yang sama.

Kolese Kardinal berkumpul bersama  para kolaborator terdekat Paus dalam pemerintahan Gereja Universal. Saat ini ada 207 anggota dalam Kolese itu, 110 di antaranya adalah para Kardinal pemilih, yaitu, yang memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf untuk pemilihan paus.

Kolese bertemu dalam dua sesi tertutup di hari Kamis dan Jumat dalam Ruang Sinode. Di situ mereka akan mendapatkan informasi tentang kemajuan reformasi Konstitusi Apostolik Pastor Bonus, dalam pemerintahan Gereja.

Ketika membuka sesi kerja, yang mencakup 20 uskup yang akan dijadikan Kardinal di hari Sabtu, Paus Fransiskus berbicara tentang Dewan Sembilan yang berakhir baru-baru ini, seraya berterima kasih kepada para anggota Dewan atas pekerjaan mereka dalam mengawasi proses reformasi.

Paus mengatakan bahwa “reformasi bukanlah tujuannya, tetapi sarana untuk memberikan kesaksian Kristen yang kuat; untuk meningkatkan evangelisasi yang lebih efektif; untuk meningkatkan semangat ekumenis yang lebih bermanfaat; untuk mendorong dialog yang lebih konstruktif dengan semua pihak.”

Paus Fransiskus juga mengungkapkan bahwa reformasi Kuria sangat dianjurkan oleh mayoritas Kardinal dalam konteks kongregasi-kongregasi umum sebelum konklaf di mana ia terpilih sebagai Paus.

Bapa Suci memperingatkan kepada para Kardinal bahwa tujuan reformasi “itu tidak mudah dicapai,” tetapi “butuh waktu, tekad dan di atas segalanya butuh kerja sama dari semua orang.” Paus menegaskan bahwa yang paling dituntut adalah doa dan keterbukaan terhadap bimbingan Roh Kudus.(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Dalam foto ANSA ini terlihat Paus Fransiskus bicara dengan Kardinal Timothy Dolan dari New York sebelum Konsistori Luar Biasa para kardinal di Ruang Sinode

Foto atas: Paus hadiri sesi pembukaan Konsistori Luar Biasa untuk menciptakan kardinal-kardinal baru tanggal 12 Februari 2015

Foto bawah: Dalam foto ANSA ini terlihat Paus Fransiskus bicara dengan Kardinal Timothy Dolan dari New York sebelum Konsistori Luar Biasa para kardinal di Ruang Sinode

Tinggalkan Pesan