Santo-Yulianus-dari-Antiokhia-Martir

Pekan Biasa V (H)

St. Yulianus dr Antiokhia; Sta. Kristina dr Spoleto; B. Yordanus dr Saksonia

Bacaan I: Kej. 3:1-8
Mazmur: 32:1-2.5.6.7; R:1a
Bacaan Injil: Mrk. 7:31-37

Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya, ”Efata!”, artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata, ”Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Renungan

Pak Linus marah kepada Tuhan karena anaknya cacat dan tak pernah bisa disembuhkan. Ia marah karena segala usaha untuk penyembuhan anaknya gagal. Ia menuduh Tuhan tidak adil sebab Pak Linus merasa diri sangat memelihara kehidupan religius dalam keluarganya. Ia kurang sadar bahwa dalam hidup ini ada dua jendela kehidupan yang selalu terbuka yakni: jendela suka dan duka, akibat pemberontakan manusia pertama di taman Eden.

Sukacita kehidupan ditunjukkan dalam Injil hari ini melalui kegembiraan yang dialami ketika seorang bisu tuli disembuhkan Yesus hanya dengan mengucapkan kata: Efata—terbukalah! Yesus membuka jendela duka menjadi suka. Yesus sungguh-sungguh datang untuk memulihkan kita dari dosa dan penderitaan!

Iman yang disertai semangat kerendahan hati merupakan kunci untuk mengalami mukjizat dan segala rahmat lain yang kita perlukan dari Allah.

Tuhan, tambahkanlah apa yang kurang pada imanku agar aku boleh mengalami sukacita sejati dalam hidup. Amin.

 

Foto:  Santo Yulianus dari Antiokhia

Tinggalkan Pesan