Paus memasuki Aula Paus Paulus VI

Paus Fransiskus menyurati Ketua-Ketua Konferensi Waligereja dan para Superior dari Lembaga-Lembaga Hidup Bakti dan Serikat-Serikat Kehidupan Apostolik agar bekerja sama dengan Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak-Anak Kecil. Surat itu dikirim untuk memastikan bahwa segala kemungkinan sudah dilakukan untuk membersihkan Gereja dari “momok” pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Dalam surat yang dikeluarkan di Vatikan, tanggal 2 Februari 2015, pada Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah, Paus Fransiskus menulis bahwa di Bulan Maret 2015 Paus telah membentuk Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak-Anak Kecil. Komisi itu pertama kali diumumkan Desember 2013.

Komisi itu, kata Paus, bertujuan untuk “memberikan usul dan prakarsa yang dimaksudkan untuk meningkatkan norma-norma dan prosedur-prosedur perlindungan anak-anak dan orang dewasa yang rentan.” Untuk komisi itu, Paus pun menempatkan sejumlah orang yang sangat berkualitas dan terkenal karena karya mereka di bidang itu.

“Dalam pertemuan saya di bulan Juli dengan para penderita pelecehan seksual yang dilakukan oleh para imam, saya sangat tersentuh oleh kesaksian mereka tentang betapa dalamnya penderitaan mereka dan betapa kuatnya iman mereka. Pengalaman ini menegaskan kembali keyakinan saya bahwa apa pun yang mungkin harus dilakukan untuk membersihkan Gereja dari momok pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan untuk membuka jalan rekonsiliasi dan penyembuhan bagi para korban pelecehan itu,” tulis Paus Fransiskus.

Untuk alasan ini, di bulan Desember lalu, Paus menambahkan anggota baru dalam komisi itu, “agar Gereja-Gereja Partikular di seluruh dunia terwakili.” Untuk pertama kalinya semua anggota komisi itu akan bertemu di Roma.

Paus yakin komisi itu bisa menjadi sarana baru, penting dan efektif guna membantu dirinya mendorong dan meningkatkan komitmen Gereja di setiap tingkatan, Konferensi-Konferensi Waligereja, Keuskupan-Keuskupan, Lembaga-Lembaga Hidup Bakti dan Serikat-Serikat Hidup Kerasulan, dan lain-lain.

Paus mendorong mereka untuk “mengambil langkah apa pun yang diperlukan guna menjamin perlindungan anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan, dan guna menjawab kebutuhan mereka dengan keadilan dan belas kasihan.”

Keluarga-keluarga, tegas Paus, perlu tahu bahwa Gereja sedang berusaha melindungi anak-anak mereka. “Mereka juga harus tahu bahwa mereka memiliki hak untuk berpaling kepada Gereja dengan penuh keyakinan, karena Gereja adalah rumah yang aman dan damai. Konsekuensinya, prioritas tidak harus diberikan untuk hal lain, apa pun sifatnya, seperti keinginan untuk menghindari skandal, karena orang yang menyalahgunakan anak di bawah umur sama sekali tidak ada tempat dalam pelayanan.”

Paus meminta agar benar-benar dipastikan bahwa ketentuan dari Surat Edaran Kongregasi untuk Ajaran Iman tertanggal 3 Mei 2011 dilaksanakan sepenuhnya. “Dokumen ini dikeluarkan untuk membantu Konferensi Waligereja dalam menyusun pedoman penanganan kasus-kasus pelecehan seksual anak di bawah umur oleh para klerus. Penting juga bahwa Konferensi Waligereja membangun sarana praktis untuk mengamati kembali secara berkala norma-norma mereka dan untuk memeriksa bahwa mereka sedang diamati,” tulis surat itu.

“Adalah tanggung jawab para uskup diosesan dan para pemimpin kongregasi religius untuk memastikan bahwa ada jaminan keselamatan bagi anak-anak kecil dan orang dewasa di paroki-paroki dan di lembaga Gereja lainnya. Sebagai ungkapan tugas Gereja untuk mengungkapkan kasih sayang Yesus terhadap para korban pelecehan dan terhadap keluarga mereka, berbagai Keuskupan, Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan didesak untuk mengidentifikasi program-program perhatian pastoral yang mencakup bantuan psikologis dan pendampingan spiritual,” lanjut surat itu.

Juga ditulis bahwa harus ada pastor pendamping dan kaum religius untuk menemui para korban dan orang-orang yang mereka cintai. “Pertemuan-pertemuan seperti itu adalah kesempatan berharga untuk mendengarkan mereka yang telah sangat menderita dan untuk meminta pengampunan mereka.”

Oleh karena itulah Paus Fransiskus meminta kerjasama yang erat dan sepenuhnya dengan Komisi Perlindungan Anak di Bawah Umur. “Pekerjaan yang saya percayakan kepada mereka termasuk membantu kalian dan konferensi-konferensi kalian melalui pertukaran praktik-praktik terbaik dan melalui program-program pendidikan, pelatihan, dan mengembangkan tanggapan yang sesuai bagi pelecehan seksual.”(paul c pati/RV)

Dalam foto dari Osservatore Romano dan reuters ini Paus bicara tentang perlindungan anak kecil

 

Tinggalkan Pesan