Hari Hidup Bakti Sedunia3

Paus Fransiskus merayakan Misa, di Basilika Santo Petrus pada sore hari tanggal 2 Februari 2015, untuk merayakan Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah dan Hari Hidup Bakti se-Dunia, tepat setahun sebelum penutupan Tahun Hidup Bakti, yang dibuka pada hari Minggu Pertama Adven.

Bapa Suci telah menetapkan Tahun 2015 sebagai Tahun Hidup Bakti.

Pemberkatan lilin-lilin mengawali Misa. Lilin-lilin itu merupakan tanda dan simbol bahwa terang itu adalah Kristus sendiri. Kemudian liturgi dimulai dengan prosesi lilin bernyala ke basilika, saat paduan suara melantunkan antifon, “Kristus, cahaya bangsa-bangsa, dan kemuliaan umat Allah, Israel.”

Dalam Misa itu Bapa Suci memfokuskan homili pada keutamaan ketaatan, kunci kehidupan kaum religius. “Dalam melestarikan langkah ketaatan,” kata Paus Fransiskus, “kebijaksanaan pribadi dan komunal menjadi matang, dan dengan demikian bisa mengadaptasi aturan-aturan  zaman, karena aggiornamento yang sebenarnya adalah buah dari kebijaksanaan ditempa dalam kepatuhan dan ketaatan.”

Sebanyak lima kali Injil berbicara tentang ketaatan Maria dan Yusuf kepada “hukum Tuhan” (bdk Luk 2: 22-24,27,39), kata Paus. “Yesus datang bukan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Bapa. Melakukan kehendak Dia, kata Yesus, adalah “makanan-Ku” (lih Jn4: 34).

Paus pun mengajak semua orang yang mengikuti Yesus untuk taat, sama seperti Kristus yang ‘merendahkan martabatnya.’ Mereka harus merendahkan diri dan melakukan kehendak Bapa, bahkan sampai mengosongkan diri sendiri dan mengambil rupa seorang hamba (bdk. Fil 2: 7-8) demi untuk melayani sesuai peraturan yang ditandai oleh karisma pendiri kongregasi masing-masing.

“Bagi kita semua, Injil tetap menjadi peraturan penting. Kerendahan diri Kristus ini, dan juga kreativitas Roh Kudus yang tak terbatas, juga terungkap dalam berbagai peraturan hidup bakti, meskipun semua ini lahir dari sequela Christi (mengikuti Kristus), dari langkah merendahkan diri dalam pelayanan.”

Melalui “hukum” ini orang-orang yang menjalani hidup bakti mampu mencapai kebijaksanaan, yang bukan merupakan sikap abstrak, tapi karya dan karunia Roh Kudus, tanda dan buktinya adalah sukacita. “Ya, kegembiraan kaum religius adalah konsekuensi dari perjalanan kerendahan diri bersama Yesus,” kata Paus.

Paus Fransiskus mengakhiri homili dengan seruan, yang secara khusus diarahkan kepada semua orang yang menjalani hidup bakti, “Marilah kita membawa orang lain kepada Yesus, tetapi biarkanlah diri kita juga dipimpin oleh Dia. Kita harus seperti ini: memandu tetapi dipandu.”(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Hari Hidup Bakti Sedunia1 Hari Hidup Bakti Sedunia Hari Hidup Bakti Sedunia2

Tinggalkan Pesan