Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

PEKAN BIASA IV (H)

Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah (P)

Santa Yoana Lestonac, Beata Eugenia de Smet, Beato Theofanus Venard

Bacaan I: Mal. 3:1-4

Mazmur: 24:7.8.9.10; R:10b

Bacaan II: Ibr. 2:14-18

Bacaan Injil: Luk. 2:22-40

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,” dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. (Bacaan selanjutnya lihat Alkitab …)

Renungan

Rasa rindu adalah perasaan manusia yang mengandung harapan. Harapan akan sesuatu yang saat ini belum diperoleh namun yakin bahwa suatu saat akan terpenuhi. Sebuah sikap aktif yang biasanya membuat yang bersangkutan melakukan upaya untuk mendapatkan kerinduannya itu.

Hidup penuh rahmat Ilahi menjadi kerinduan pokok bagi setiap insan beriman. Kedatangan Yesus sebagai “terang bagi bangsa-bangsa,- “yang menjadi api pemurni  logam dan seperti sabun tukang penatu” (Mal. 3:2b) amat menggembirakan hati Simeon dan Hana yang menanti-nantikan kedatangan-Nya dengan berdoa siang dan malam. Di saat Yesus dipersembahkan di Bait Allah, berkat ilham dari Roh Kudus mereka bernubuat tentang Yesus. Nubuat kedua orang saleh ini kemudian menjadi nyata dalam karya Yesus. Yesus “menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa” (Ibr. 2:17). Ketika kita rindu memperoleh rahmat itu melalui devosi apa saja, Dia yang berbelas kasih tak akan pernah menutup mata-Nya untuk memberikan kita rahmat yang berlimpah.

Tuhan penuhilah kerinduan hatiku untuk memperoleh belas kasih-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan