Katolik dan Lutheran3

Paus Fransiskus mengatakan kepada delegasi ekumene dari Finlandia ke Vatikan bahwa banyak yang bisa dilakukan umat Katolik dan umat Lutheran untuk bersama-sama “menjadi saksi belas kasih Allah.” Ziarah tahunan mereka ke Roma itu bertepatan dengan Pekan Doa se-Dunia untuk Persatuan Umat Kristiani 2015 dan Pesta Santo Henry, Santo Pelindung Finlandia.

Kunjungan tahunan kepada pengganti Santo Petrus yang berlangsung 22 Januari 2015 itu adalah tradisi sejak 30 tahun lalu saat , I menerima delegasi ekumene pertama umat Katolik dan Lutheran itu.

Radio Vatikan melaporkan bahwa Paus Fransiskus memuji kemajuan yang dicapai dalam dialog ekumene antara kedua Gereja itu selama tiga puluh tahun lalu dan mengatakan, “kesaksian bersama umat Kristen sangat diperlukan dalam menghadapi ketidakpercayaan, ketidakamanan, penganiayaan, kepedihan dan penderitaan yang dialami begitu luas dalam dunia saat ini.”

Paus Fransiskus menegaskan bahwa acara tahunan ini terbukti menjadi pertemuan yang benar-benar spiritual dan ekumenis antara umat Katolik dan umat Lutheran.

Dalam pesan kepada delegasi pertama 30 tahun lalui itu, kata Paus Fransiskus, Santo Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Kenyataan bahwa kalian datang ke sini bersama-sama dengan sendirinya merupakan saksi pentingnya upaya-upaya untuk persatuan. Kenyataan bahwa kalian berdoa bersama adalah saksi terhadap keyakinan kami bahwa persatuan hanya bisa dicapai melalui kasih karunia Allah. Kenyataan bahwa kalian mengucapkan Kredo bersama adalah saksi satu iman bersama seluruh umat Kristiani.”

Saat itu sudah diambil langkah-langkah penting pertama tentang perjalanan ekumene yakni bersama menuju persatuan penuh dan nyata di kalangan umat Kristen. Tahun-tahun ini banyak hal dilakukan dan Paus Fransiskus yakin bahwa itu akan terus terjadi di Finlandia demi terciptanya “persekutuan parsial yang ada di antara orang-orang Kristen tumbuh menjadi persekutuan penuh dalam kebenaran dan amal kasih” (Yohanes Paulus II, Ut Unum Sint, 14).

Kunjungan delegasi itu terjadi dalam Pekan Doa untuk Kesatuan Umat Kristiani. Tahun ini, jelas Paus, refleksi didasarkan pada kata-kata Kristus kepada wanita Samaria di sumur: “Berilah Aku minum” (Yoh 4: 1-42). Kita diingatkan bahwa sumber segala kasih karunia adalah Tuhan sendiri, dan bahwa karunia-Nya mengubah orang-orang yang menerima karunia-karunia itu, membuat mereka menjadi saksi kehidupan yang sejati yang ada dalam diri-Nya sendiri (bdk Yoh 4:39).”

Seperti yang dikatakan Injil, lanjut Paus, banyak orang Samaria percaya kepada Yesus karena kesaksian perempuan itu. “Seperti yang telah Anda, Uskup Vikstrom, katakan, ada begitu banyak yang bisa dilakukan bersama oleh umat Katolik dan umat Lutheran untuk memberi kesaksian tentang belas kasih Allah kepada masyarakat kita.”

Menurut Paus, kesaksian bersama itu bisa dipertahankan dan didorong dengan kemajuan dialog teologis antara Gereja-Gereja. “Deklarasi Bersama tentang Ajaran Pembenaran, yang ditandatangani sekitar lima belas tahun lalu antara Federasi Dunia Lutheran dan Gereja Katolik, bisa menghasilkan buah lebih lanjut berupa rekonsiliasi dan kerjasama di antara kita. Dialog umat Lutheran dan Katolik dari Negara-Negara Nordic di Finlandia dan Swedia dengan tema terkait yakni Pembenaran dalam Kehidupan Gereja, telah merefleksikan pertanyaan-pertanyaan penting yang berasal dari Deklarasi Bersama itu. Marilah berharap agar konvergensi lebih lanjut akan muncul dari dialog tentang konsep Gereja, tanda dan sarana keselamatan yang dibawa kepada kita dalam Yesus Kristus.”

Paus mengatakan akan berdoa agar kunjungan delegasi itu ke Roma akan ikut menguatkan hubungan ekumenis antara umat Lutheran dan umat Katolik di Finlandia, yang telah begitu positif selama bertahun-tahun. “Semoga Tuhan mengirimkan Roh Kebenaran untuk membimbing kita menuju cinta dan persatuan yang semakin besar.” (pcp berdasarkan Rradio Vatikan)

Katolik dan Lutheran1 Katolik dan Lutheran2

Tinggalkan Pesan