Kanonisasi Joseph Vas

Di hari kedua kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Sri Lanka, 14 Januari 2015, John Baptist Tumusiime yang merupakan wakil Radio Vatikan pada perjalanan dengan Bapa Suci mengatakan, pihak berwenang telah mengatakan kepada mereka bahwa lebih dari 500,000 orang menghadiri kanonisasi santo atau orang kudus pertama Sri Lanka, Joseph Vaz.

Para komentator mengatakan, Misa kanonisasi di pinggir laut Galle Face Green, Kolombo, mungkin merupakan salah satu pertemuan publik terbesar yang pernah disaksikan kota itu. Paus Fransiskus tiba di Sri Lanka di pagi hari tanggal 13 Januari 2015 untuk kunjungan apostolik tiga hari.

Santo yang baru, Joseph Vaz, adalah misionaris yang lahir tanggal 21 April 1651 di Goa, India. Dia meninggal tanggal 16 Januari 1711 di Kandy, Sri Lanka. Dia seorang imam misionaris Oratorian. Ia tiba di Sri Lanka, yang sebelumnya dikenal sebagai Ceylon, saat pendudukan Belanda.

Belanda yang mengusir orang Portugis yang telah memperkenalkan agama Katolik ke pulau Sri Lanka, kemudian memaksakan calvinis sebagai agama resmi di Sri Lanka. Pastor Vaz bepergian di seluruh Sri Lanka seraya membawa Ekaristi dan Sakramen untuk kelompok-kelompok Katolik klandestin. Imam itu kadang-kadang menyamar sebagai pengemis untuk memfasilitasi misinya.

Kemudian, imam itu mendirikan penampungan di Kerajaan Kandy, tempat dia mengintensifkan karya misionarisnya yakni melayani baik kelompok Tamil yang minoritas dan kelompok etnis Sinhala. Di saat kematiannya, ia telah berhasil membangun kembali Gereja Katolik di Sri Lanka. Dia dibeatifikasi oleh Paus Santo Yohanes Paulus II tanggal 21 Januari 1995, di ibukota Sri Lanka, Kolombo. Paus Fransiskus menyetujui kanonisasinya tanggal 17 September 2014.

Umat Katolik di Sri Lanka hanya berjumlah 6 persen dari 20 juta penduduk. Mayoritas beragama Budha.

Berbicara dalam bahasa Inggris, Paus Fransiskus mengatakan kepada kerumunan orang yang menghadiri kanonisasi itu bahwa Santo Joseph Vaz adalah contoh toleransi beragama yang masih relevan untuk Sri Lanka dan dunia. “Santo Joseph menunjukkan kepada kita pentingnya melampaui perbedaan agama demi perdamaian,” kata Paus dalam kotbahnya.

“Santo Joseph Vaz merupakan seorang imam teladan yang pertama. Di sini hari ini bersama kami ada banyak imam dan kaum religius, baik pria maupun wanita, yang, seperti Joseph Vaz, ditahbiskan untuk melayani Tuhan dan sesama. Saya mendorong Anda masing-masing untuk memandang Santo Joseph sebagai pemandu yang dapat dipercaya. Dia mengajarkan kita cara datang ke daerah pinggiran untuk membuat Yesus Kristus dikenal dan dicintai di mana-mana,” kata Paus Fransiskus.

Bapa Suci kemudian melanjutkan: “Santo Joseph Vaz hidup di masa transformasi yang cepat dan mendalam. Umat Katolik adalah kelompok minoritas dan sering terpecah di dalamnya. Terjadi permusuhan sementara, bahkan penganiayaan dari luar. Namun, karena ia selalu bersatu dalam doa dengan Tuhan yang tersalib, dia bisa menjadi bagi semua orang sebuah ikon cinta Allah yang hidup dan cinta yang mendamaikan,” kata Paus Fransiskus.

Alasan lain mengapa Santo Joseph itu relevan adalah karena dia “menunjukkan pentingnya melampaui perbedaan agama demi perdamaian,” tegas Paus.

Juga ditegaskan, bukan hanya Gereja di Sri Lanka, tetapi di seluruh dunia selalu melayani masyarakat. Gereja “dengan senang hati dan murah hati melayani semua anggota masyarakat. Gereja tidak membuat perbedaan ras, keyakinan, suku, status atau agama dalam layanan yang diberikan melalui sekolah, rumah sakit, klinik, dan banyak karya amal lainnya. Yang diminta Gereja hanyalah kebebasan untuk melaksanakan misi ini. Kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang mendasar. Setiap individu harus bebas, sendiri atau dalam kaitannya dengan orang lain, untuk mencari kebenaran, dan untuk mengungkapkan keyakinan agamanya secara terbuka, bebas dari intimidasi dan pemaksaan eksternal,” kata Paus Fransiskus.(pcp berdasarkan tulisan John Baptist Tumusiime dari Radio Vatikan)

Kanonisasi Joseph Vaz1 kanonisasi1

Tinggalkan Pesan