Paus Filipina2

Setelah enam jam setengah penerbangan dari Colombo, Ibu Kota Sri Lanka, sorai-sorai, lagu dan tarian dari ribuan orang terdengar saat pesawat Sri Lanka yang membawa Paus Fransiskus tiba tanggal 15 Januari 2015, pukul 18.35 waktu setempat di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila, ibukota Filipina, yang menjadi tempat kunjungan pastoral leg kedua dari Bapa Suci dalam perjalanan ke Asia saat ini.

Sebelum meninggalkan Sri Lanka, Paus yang ketika berangkat ke bandara masih sempat berhenti sebentar di Kapel Bunda Kita dari Sri Lanka, di Institut Budaya Benediktus XVI, mengirim pesan kepada Presiden Sri Lanka Maithrapala Sirisena seraya berterima kasih kepadanya dan kepada masyarakat negeri itu untuk penerimaan mereka, dan menegaskan kembali kepastian doanya bagi perdamaian, persatuan dan kemakmuran negeri itu.

Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang mengunjungi Filipina, negara yang dikenal sebagai negara Katolik di Asia. Paus Yohanes Paulus dua kali mengunjungi negara itu dan Paus Paulus VI di bulan November 1970.

Bapa Suci disambut oleh Presiden Benigno Aquino III serta para uskup dan pejabat Gereja di Filipina, termasuk Uskup Agung Manila Kardinal Luis Antonio Tagle. Bapa Suci melambaikan tangan kepada kerumunan orang, termasuk ratusan pemuda yang melakukan tarian koreografer untuk menghormati Paus. Setelah beberapa saat di bandara, Paus berusia 78 tahun itu lalu melakukan perjalanan dengan menaiki mobil Paus.

Ribuan warga Filipina terlihat berbaris tak berujung di sepanjang 9 kilometer perjalanan menuju Kedutaan Vatikan di Manila seraya melambaikan spanduk.  Bapa Suci akan tinggal di situ malam hari ini dan makan malam di kedutaan itu. Besok pagi, Paus akan melakukan perjalanan ke Istana Presiden di Manila dan dilanjutkan dengan pertemuan pribadi dengan Presiden, pertemuan dengan pemerintah, dan dengan korps diplomatik.

Menurut laporan Radio Vatikan, tema sentral leg kedua kunjungan ini adalah ‘kasih dan sayang.’ Perjalanan Paus Fransiskus yang paling dirindukan di negara itu akan terjadi hari Sabtu ke pusat kota Tacloban, sekitar 600 kilometer tenggara Manila. Daerah itu yang paling terpukul oleh topan di bulan November 2013. Sekitar tujuh ribu tiga ratus orang tewas atau hilang dalam peristiwa itu.

Paus Fransiskus akan merayakan Misa di alam terbuka di Bandara Tacloban, memberkati pusat baru bagi masyarakat miskin yang menggunakan namanya, serta makan siang bersama para korban Topan Haiyan, atau yang dikenal di Filipina dengan nama Yolanda. Paus juga akan bertemu dengan para imam, seminaris dan kaum religius, baik laki-laki maupun perempuan, di Katedral Transfigurasi di Palo, kota di sekitarnya yang juga hancur oleh badai yang keras itu.

Di ibukota Manila, Paus akan merayakan dua Misa, satu di hari Jumat, 16 Januari 2015, di Basilika Immaculate Conception, setelah pertemuan dengan Presiden Benigno Aquino, dan diikuti pertemuan dengan keluarga-keluarga dari seberang negeri itu.

Di hari Minggu, hari terakhir sebelum kembali ke Vatikan, Paus akan memimpin Misa penutup bersama semua uskup lokal di taman pantai yang besar tempat Paus Yohanes Paulus II menyambut kerumunan orang terutama kaum muda Filipina tepat dua dasawarsa yang lalu.

Dalam sebuah surat pastoral yang dikirim menjelang kedatangan Paus di Filipina, Kardinal Luis Antonio Tagle mengatakan bahwa kunjungan Paus itu akan memberikan kesempatan “untuk mengalami kasih karunia, mendengar panggilan-panggilan, merusak zona nyaman, menghargai orang miskin, memperbaharui masyarakat, memperhatikan ciptaan dan hidup dengan hormat.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan dan Zenit)

Paus Filipina1 Paus Filipina5 Paus Filipina

 

 

Tinggalkan Pesan