IMG_7619

Seorang anak pria berusia lima tahun tiba-tiba naik ke ranjang besi milik orangtuanya lalu mengikat lehernya dengan kain sarung. Di atas ranjang itu dia bukan berlagak sebagai spiderman tetapi seperti pewarta. Tidak ada umat di sekitar ranjang, namun dia mulai berpidato sambil tunjuk sana-sini.

Anak itu kini berusia 56 tahun. Namanya Immanuel Chandra OP. “Tak terasa, di saat berusia 50 tahun baru saya bisa mewujudkan keinginan untuk mewartakan Kabar Baik, barulah saya bergabung dengan Ordo Pewarta (OP) atau Ordo Dominikan. Itu pun harus menunggu enam tahun baru bisa mengikrarkan kaul.”

Koordinator Dominikan Awam Jakarta itu berbicara setelah Perayaan Ekaristi Penerimaan Aspiran, Postulan, Novis, dan Pengikraran Kaul Kekal Dominikan Awam Jakarta di Aula Panti Asuhan Pondok Si Boncel, Jakarta Selatan, 3 Januari 2015. Sebanyak 16 orang mengikrarkan kaul kekal, sebuah peristiwa pertama di Indonesia. Selain itu 17 lainnya diterima sebagai postulan, serta novis dan profes I, II, an III.

“Begitu lamanya saya berkeinginan menjadi pewarta. Tapi, kalau Tuhan berkehendak penantian itu akan terjadi seperti malam ini. Maka, saya bersyukur kepada Tuhan dan pastor serta suster yang membimbing kami,” katanya.

Pastor Andreas Kurniawan OP, yang mewakili Master Jendral OP dalam memimpin perayaan itu, mengakui perjalanan sejak postulan hingga kaul kekal tidaklah sebentar bahkan tidaklah dimengerti. Digambarkan, dirinya serta para suster tidak memahami panggilan dan kehendak Allah sehingga bisa menjadi biarawan-biarawati Dominikan. “Kita tidak mengerti perjalanan ini. Santo Dominikus pun tak mengerti dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dan disiapkan untuk meneruskan karya pewartaan. Saya juga tidak mengerti mengapa berada di sini. Waktu seminari menengah, pilihan saya Serikat Yesus dan Projo Jakarta, tapi jatuhnya Dominikan, saya tidak mengerti.”

Namun malam itu, dengan lilin menyalah di tangan para Dominikan Awam berani berjanji di hadapan Allah untuk mengikuti Santo Dominikus. “Kita masih terus berjuang, belajar dan mendengarkan Sabda Tuhan dalam persahabatan dan persaudaraan. Entah sampai kapan. Dalam perjalanan panjang jangan lupa mengikuti teladan Santo Yohanes Pembaptis yang berkarya bukan untuk keagungan diri sendiri tetapi untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan. Kita pun mau menyelamatkan banyak orang yang masih membutuhkan doa dan pelayanan kita agar mereka bertemu Tuhan,” kata Pastor Andreas.

Dengan pengikraran kaul kekal itu, perjalanan Dominikan Awam untuk mewartakan Sabda Tuhan akan segera dimulai dengan belajar menjadi mandiri, melalui pendirian chapter pertama di Indonesia. “Apabila sudah ada chapter yang terdaftar di Ordo Dominikan dan hirarki Gereja, maka kemandirian Awam Dominikan di Jakarta baru secara resmi diakui.”

Hal itu menjadi pikiran Koordinator Dominikan Awam se-Indonesia Theophilus Adiwiyarta Atmadi OP di saat-saat persiapan dan di hari pengikraran. “Ada perasaan ingin ‘menunda kaul’ karena sadar akan beratnya perjalanan pewartaan ke depan, namun mendengar Pastor Moderator bahwa kami, yang telah disucikan Tuhan melalui air baptis dan Roh Kudus, bersedia menjalani hidup lebih dekat dan terikat kepada Kristus serta pelayanan terhadap Gereja melalui janji kudus demi hidup yang suci, saya menjawab dengan tulus, “Ya, dengan pertolongan Tuhan dan pertolongan Romo, saya bersedia.”

Jawaban sama dia katakan saat Pastor Andreas bertanya “Apakah kamu bersedia memasuki kehidupan baru, sesuai hidup kerasulan Santo Dominikus, dan seperti dinyatakan dalam Injil untuk mengikuti jejak Penyelamatmu Yesus Kristus,” dan “Sesuai kehidupanmu sebagai awam, apakah kamu bersedia melayani Tuhan dan sesama, bersatu dengan Gereja, dan sebagai anggota ordo, menjalankan misi kerasulan melalui doa, studi, hidup persaudaraan dan pewartaan?”

Saya pun semakin yakin ketika imam itu meneguhkan, “Semoga Allah yang telah memanggil kamu ke dalam pekerjaan luhur ini akan selalu membimbing kamu untuk menyelesaikannya.” Maka, jelas Theo Atmadi, “Saya bersedia karena yakin akan pertolongan Tuhan. Biarlah saya jadi pelaksana kehendak Tuhan saja, karena saya sadar akan kerapuhan-kerapuhan manusiawi saya.”

Sebelum pengikraran kaul kekal, 16 anggota Dominikan Awam dipersiapkan melalui retret tiga hari di Provinsialat OMI di Kaliori, Purwokerto, 28-30 Desember 2014, dengan bimbingan Suster M Dominika OP dan Pastor Antonius Rajabana OMI. Rekoleksi calon postulan, novis dan profes diadakan di Panti Asuhan Si Boncel, 2-3 Januari 2015. Suster M Christiana OP membimbing calon postulan, Theo Atmadi membimbing calon novis, dan Suster M Florentine OP mempersiapkan profes I, II dan II. Tanggal 3 Januari 2015, sejak pagi hari sebelum perayaan itu, semua 33 Dominikan Awam itu menerima rekoleksi yang diberikan oleh Pastor Andreas.

Perjuangan Dominikan Awam Jakarta masih berlangsung terus, kata Pastor Andreas seraya memperkuat mereka dengan mengatakan, “semua yang ada di sini menjadi sahabat kalian yang mau berjanji di hadapan Allah.” Yang dimaksud sahabat adalah para suster, wakil-wakil keluarga, teman-teman Keluarga Dominikan dan pastor, termasuk Pastor Petrus Puspobinatmo SJ, konselebran Misa petang itu.

Pengalaman dengan para suster OP, jelas Pastor Puspobinatmo, lebih merupakan pengalaman persahabatan. “Saya kenal cukup banyak suster OP, sahabat saya sejak formasi. Saya cukup dekat dengan banyak awam yang berkaul kekal lantaran saya ikut mendampingi rekoleksi pertama mereka beberapa tahun lalu di Puncak, sebelum akhirnya mereka jadi postulan dan novis. Saya masih bertemu mereka lagi dalam pertemuan di rumah Theo Atmadi,” cerita imam itu kepada PEN@ Katolik.

Persahabatan dengan suster OP membuahkan kerjasama lain. Ketika para suster perlu menerjemahkan buku “Building Bridges: Dominicans Doing Theology Together,” salah satu bahan kapitel provinsi tahun lalu, mereka minta bantuan imam itu. “Kendati tugas cukup banyak sebagai pembimbing retret di Seven Fountains Spirituality Center di Chiangmai, Thailand, ketika itu, syukurlah terjemahan selesai beberapa hari sebelum kapitel.

Menurut Pastor Puspobinatmo yang kini berkarya di Novisiat SJ Thailand-Myanmar di Myanmar, spiritualitas tak diberikan untuk kelompok tertentu tapi untuk Gereja. “Maka sebagai Yesuit, saya kenal spiritualitas Dominikan dan mau membantu Dominikan karena melihat banyak orang dibantu, dan saya rasa itu karya Tuhan.”

Dulu, suster-suster OP dibimbing Pastor Tom Jacobs SJ, almarhum. “Dia tahu benar cara membimbing suster-suster OP. Setelah Tom Yacobs tidak ada, tidak ada yang khusus melayani mereka. Sekarang sudah ada romo-romo Dominikan yang pasti membantu,” kata Pastor Puspo melihat keindahan spiritualitas. Maka, lanjut imam itu, spiritualitas Ignatian juga bukan hanya untuk Yesuit tetapi untuk Gereja, dan siapa saja yang mau boleh ikut retret Ignatian. “Itu yang saya rasakan, indahnya bergandengan tangan dalam bermacam spiritualitas.”

Banyaknya awam OP berkaul kekal adalah kesadaran, kata imam itu. “Mereka merasa butuh dan bisa menghidupi spiritualitas itu. Yang mereka cari sudah ditemukan.” Dijelaskan, sejak awal awam sudah terlibat dalam karya pewartaan Dominikan. Imam itu yakin Provinsi Dominikan serius menyiapkan orang untuk khusus mendampingi mereka.

Provinsial Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus Indonesia Suster Anna Marie OP bersyukur perayaan itu berlangsung di hari saat sekitar 150 imam dan biarawan-biarawati KAJ merayakan Misa Pembukaan Tahun Syukur dan Tahun Hidup Bhakti. “Pengikraran Kaul Kekal di Tahun Syukur ini harus ditulis dalam sejarah Gereja, khususnya saat mempersiapkan Yubileum 800 Tahun Ordo Dominikan.”

Perjumpaan dengan Allah semakin penting, lanjut suster menjelang Hari Raya Penampakan Tuhan. “Dominikan perlu berkontemplasi dan berjumpa dengan Allah sebelum mewartakan.” Suster mengajak semua saling mengingatkan dan mewujudkan persaudaraan dalam semangat Santo Dominikus.

Dalam semangat persaudaraan, anggota-anggota Dominikan Awam Yogyakarta merencanakan pengikraran kaul kekal bulan Juli 2015 dan Pontianak bulan Oktober 2015, jelas Theo Atmadi.

“Layar sudah kita kembangkan dan dayung sudah kita kayuh. Mari kita maju mewartakan Kabar Baik bersama Dominikan,” ajak Immanuel Chandra. (Paul C Pati)

IMG_7670 IMG_7704 IMG_7709 IMG_7716 IMG_7728

2 KOMENTAR

  1. maaf tidak sesuai topik, adakah nomor hp / email yang bisa dihubungi untuk bertanya tentang Ordo Fransiskan Sekuler ?

  2. Bpk / ibu saya dari bali ingin minta info mengenai dominikan awam mungkin saya bisa dibantu utk mengetahui syarat dan cara utk bergabung nya bgmn thx atas bantuannya.

Tinggalkan Pesan